Senin, 15 Oktober 2018

Tempat wisata murah dan cukup menantang? CURUG LAWE jawabannya.

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar nama "Curug Lawe"? terdengar asing atau justru sudah sering mendengar dan sudah sering kesana?


Curug Lawe adalah sebuah tempat wisata air terjun yang berada di Ungaran Barat. Tidak terlalu jauh dari Semarang dan juga tidak terlalu jauh dari Salatiga. Curug ini dinamakan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat bagai benang-benang putih yang dalam bahasa jawa disebut Lawe. Ada juga yang bilang kalau air yang jatuh dari atas tebing berjumlah 25 yg dalam bahasa Jawa disebut selawe. By the way, saya sih gak kepikiran menghitung jumlah air terjun yang ada di curug ini karena begitu sampai disini saya hanya bisa terpaku, terdiam tanpa kata sangking takjubnya sama tempat ini. KERAN gaeeeess...! KEREN maksudnya.



Begitu saya sampai disini, saya langsung disuguhkan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata. Desiran angin dan cipratan air terjun yang mengenai tubuh saya, membuat saya tidak sabar untuk segera melepas sepatu saya dan bermain air sepuasnya tanpa kenal malu. Saat saya sampai disini, sudah banyak pengunjung lain yang datang duluan dan berswafoto dengan gaya mereka masing-masing. Ada yang menaiki bangkai pohon yang tumbang dan berjongkok sambil memakai kacamata hitam yang menutupi wajah sangking besarnya tapi pede saja, ada juga yang sengaja menumpuk batu-batu yang ada di curug ini setinggi mungkin lalu difoto dengan mengacungkan jempol. Pokoknya ada saja yang dilakukan kawula muda ditempat ini, untuk mengekspresikan kebahagian mereka bisa sampai tempat ini. Apakah yang datang ke curug ini hanya anak muda saja? Oh, tentu tidak. Banyak juga kok orang tua yang datang ke curug ini. Bahkan saat saya ke curug ini, saya berpapasan dengan sepasang kakek nenek dan cucunya yang sedang berjalan santai sambil memegang tongkat kayu dengan sedikit nafas yang megap-megap tetapi mereka menikmati.


Kalau kalian berkunjung ke curug ini, kalian akan menemukan sebuah jembatan, namanya "Jembatan Romantis". Saya gak tau sih, lebih tepatnya gak mencari tau mengapa jembatan ini disebut jembatan romantis. Mungkin karena jembatan ini sedikit licin dan jalannya harus hati-hati, sehingga pengunjung yang melewati jembatan ini sengaja atau tidak sengaja akan bergandengan tangan dan terlihat romantis, gitchu kali yeeee... Lalu bagaimana dengan mereka yang jomblo? mau gandengan sama siapa? Tenang sobat! Kamu gak sendiri, tuh ada pagar pembatas besi warna merah yang kuat dan kokoh bisa kok dijadikan gandengan dan peganganmu. Woles aje shay...
Waktu saya melewati jembatan ini ada banner bertuliskan 'MAKSIMAL 5 ORANG YANG BOLEH MELEWATI JEMBATAN ROMANTIS". Tapi, banner tersebut sudah lepas dari pohon alias pengunjung tidak akan tahu tentang peringatan ini karena banner peringatan tersebut tidak terpampang dengan jelas dan tidak bisa dibaca oleh para pengunjung (kalau mata kalian jeli, kalian pasti bisa menemukan dimana banner peringatan itu jatuh). Waktu saya mau melewati jembatan ini, saya melihat ada lebih dari 5 orang yang berdiri diatas jembatan tua ini. Berhubung saya phobia terhadap ketinggian, maka saya menunggu para pengunjung yang sedang berswafoto di jembatan ini untuk lewat duluan sembari saya menyiapkan nyali dan menarik napas dalam-dalam untuk bisa melewati jembatan ini dengan sekali foto.



Ada satu pohon yang sangat unik yang menarik pandangan saya. Saya tidak tahu itu pohon apa (silahkan bertanya pada ahli tumbuh-tumbuhan), yang jelas batang pohon tersebut bentuknya meliuk-liuk. Rasa hati ingin sekali bergelantungan di batang pohon tersebut, tapi apa daya nyali saya ciut ketika melihat sisi kiri tempat teman saya berdiri itu adalah jurang. Huuuuu cemen lo..!
Ketika dalam perjalanan menuju curug, saya disuguhkan pemandangan tumpukan sandal yang ditancapkan ke ranting pohon kering sehingga menyerupai pohon sandal. Saya kurang paham sih maksud dari pohon sandal ini. Mungkin sandal-sandal tersebut adalah sandal pengunjung yang tertinggal dan sudah rusak. Dari pada dibuang atau dibakar mending dijadikan pajangan, gitu kali ya? Entahlah. Saya sebenarnya ingin menancapkan sepatu saya di pohon sandal karena sepatu saya juga sudah rusak, tapi saya ingat kalau saya tidak punya sepatu cadangan sebagai penggantinya. Jadi, foto lepas sepatu aja kali ya... (kode biar segera dibelikan sepatu baru).




#amuijainsoul #amuijasoulofadventure

Untuk bisa sampai di curug ini, kita hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 4000,- dan parkir motor sebesar Rp 2000,- saja. Murah banget kan? tapi tempatnya gak murahan. Buat kamu yang mau melangsingkan badan dan membakar lemak, bisa banget ke curug ini. Waktu yang ditempuh dari tempat parkir menuju curug Lawe kurang lebih 30 menit jalan kaki. Ya...setara dengan naik motor Salatiga-Ungaran lah. Kalau laper dan lupa gak bawa makanan atau camilan, tenang aja. Di sepanjang jalan gerbang utama banyak warung makan yang berjejeran menjajakan makanan dan minuman bagi para pengunjung. Harga? Relatif lah, namanya juga tempat wisata. Kalau mau murah dan hemat ya bawa sendiri bekal dari rumah.
Oh iya, kalau kalian beruntung saat mengunjungi tempat ini kalian bisa bertemu dengan kera ekor panjang warna hitam yang sedang bergelantungan dan berloncat ria dari satu pohon ke pohon lainnya. Berhubung saya beruntung, jadi saya bisa melihatnya secara langsung dengan jelas walaupun tidak saya abadikan dalam bentuk foto. Wish you luck....
Segini dulu ya cerita yang saya bagikan tentang Curug Lawe. Buat kalian yang punya cerita lebih seru atau fakta-fakta baru tentang tempat ini, boleh banget share ceritanya. Saya tunggu ya :) Bye...

Kapan kita kemana? ke Ngipik aja. Kuy..!

"dimana may?", tanya seorang teman saya melalui pesan wasap. "di salatiga nih, lagi ada urusan habis itu balik kost ungaran", balas saya. "tak culik ya. siap-siap pokok'e", balasnya. Teman saya memang hobi "meculik" saya dan membawa saya ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi. Pukul 22.00 kami bersama rombongan Pendaki Indonesia Semarang berangkat menuju Ngipik. Waktu perjalanan dari Ungaran yang dibutuhkan untuk sampai bukit Ngipik kurang lebih 1 jam kali ya. Jika motor yang kamu tunggangi kuat terhadap medan jalan yang menanjak tajam, hanya perlu waktu 1 jam kurang. Ternyata ditengah jalan, kami dan paklek beserta istri dan anaknya terpisah dengan rombongan lain. Alhasil kami harus mencari jalan sendiri (karena teman saya dan paklek sudah lupa sama jalannya, sangking lamanya sudah tidak ke bukit Ngipik) dan puji Tuhan sempat kesasar dong ya... Setelah tanya warga sekitar daerah Lerep, akhirnya kami memutuskan untuk melewati perkebunan kopi daerah Lerep agar cepat sampai tujuan. Tapi, minusnya jalanan yang akan kami lalui sangat menanjak dan lebar jalan perkebunan kopi itu hanya sekitar satu meteran lah. Pada tanjakan pertama, honda paklek mogok karena beban carier dan istrinya yang terlalu berat. Akhirnya anaknya paklek diikutkan motor yang kami kendarai untuk mengurangi beban motornya. Sampailah kami di bukit Ngipik tepat pukul 23.15 waktu Ngipik dan sekitarnya. Sesampainya disana, kami mendirikan tenda untuk kami beristirahat. Saya sendiri sudah gak kuat melek lagi, mata sudah dua watt. akhirnya saya memutuskan untuk tidur duluan dan berharap besok pagi bisa menikmati sunrise yang aduhai indah memesona.

Tepat pukul 04.15 alarm hp saya berbunyi dan saya langsung ngulet sejenak, mengkedip-kedipkan mata seraya mengumpulkan nyawa. melihat yang lain masih pada tidur, sebenarnya saya mau tidur lagi tapi pikiran saya sudah tertuju pada sunrise. membuka pintu tenda dan ... "masih agak gelep ih. kabutnya tebel banget, putih semua. mataharinya malu-malu mau keluar nih", kata saya berbicara sendiri tanpa ada yang menyauri. Pukul 05.00 saya melihat kabut sudah mulai berkurang dan langit berubah warna orange kemerahan. Saya langsung memakai sepatu, keluar tenda dan menuju lahan kosong tidak jauh dari tenda. Kata saya dalam hati "view seperti ini sepertinya pernah tak lihat dan rasa juga, tapi dimana ya?" dan tiba-tiba ingatan saya kembali pada bukit Kendil. yap...! tepat sekali...! view dari bukit Ngipik hampir sama penampakannya dengan bukit Kendil. Hanya saja yang membedakan, kalau di bukit Kendil kita bisa melihat dengan leluasa pemandangan yang ada di depan mata kita, nampak jelas lah walaupun berkabut. Kalau di bukit Ngipik, kita tidak leluasa menikmati pemandangan di depan mata karena terhalang alang-alang dan rumput yang tinggi. Tapi, gak buruk-buruk amat kok view sunrisenya.

view dari depan area camp
Sunset dan sunrise selalu mengingatkan saya pada kekasih hati. Setiap melihat sunset ataupun sunrise pikiran saya langsung tertuju pada kekasih hati yang sedang berada jauh dari saya saat ini. Melihat sunrise di bukit Ngipik menjadi obat rindu saya terhadapnya, ketika matahari itu muncul perlahan dan mengubah langit menjadi rona kemerahan saat itu juga saya merasa dia sedang bersama saya menikmati sunrise bersama. Meski kau kini jauh disana, kita memandang langit yang sama, jauh di mata namun dekat di hati (RAN-Dekat di hati).

hey... aku rindu :)
Kabut masih sangat tebal, tetapi matahari tidak mau kalah menampakkan dirinya  semakin dan semakin tinngi. Cantik dan memesona siapapun yang melihatnya. Saat saya berkunjung ke bukit ini, musimnya masih musim kemarau. Jadi, ya tau sendiri lah bagaimana kering dan berdebunya tempat ini. For your information, buat kalian yang mau ngecamp di bukit Ngipik bisa banget mendirikan tenda di area kebun kopi, tenda yang kalian dirikan akan berada diantara tanaman kopi. Tanahnya gimana? datar atau bergelombang? Gak semua tanah di area camp datar dan cocok untuk didirikan tenda, ada juga yang blenduk atau bergelombang. Pintar-pintar kalian saja untuk mencari lahan yang pas. Area camp tidak begitu luas, jadi gak bisa menampung tenda dalam jumlah besar. mungkin hanya bisa menampung sekitar 15-20 tenda kapasitas 2-3 orang. Oh iya, di area camp juga ada pohon-pohon  yang tumbuh berjejeran jadi kalian bisa banget membentangkan hammock untuk leyeh-leyeh sembari menikmati sunrise.

area camp

Sampai sini dulu ya cerita dari bukit Ngipik. Monggo siapa saja bisa berkunjung kesini untuk sekedar camp dan melihat sunrise atau sekedar leyeh-leyeh di hammock sembari menikmati secangkir kopi luwak di bukit ini. Oh ada kopi luwak? iya ada. Info yang saya dapat sih, petani kopi bukit Ngipik suka ngumpulin kotoran luwak yang biasanya ada di kebun kopi mereka. Per ons untuk kopi luwak dibandrol dengan harga 50 ribu. Cuma segitu aja sih info yang saya dapat dari orang sekitar. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan cerita baru yang lebih seru terkait bukit Ngipik dan kopi luwak bukit Ngipik? jangan ragu-ragu untuk share ya :)

sunrise di bukit Ngipik
tanaman bunga kertas ada dimana-mana
Ngaglik, Nyatnyono, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah.

Sabtu, 05 Mei 2018

He is ....


Saya selalu percaya pada sepenggal kalimat ini (tapi saya lupa siapa yang pernah mengatakannya) “seburuk dan sehancur apapun hidupmu di masa lalu, gak ada yang gak bisa dibenahi Tuhan lagi menjadi sesuatu yang utuh dan indah bahkan lebih indah”.


Saat saya mendengar sepenggal kalimat ini, saya merasa seperti ada sebilah pisau yang menghujam tepat di jantung saya. Ngilu dan membuat saya menangis. Saya ingat ketika saya “sah” menjadi anak perantauan tepat 5 tahun yang lalu. Keinginan saya untuk bisa mengenyam pendidikan di tanah rantau kala itu sedikit goyah. Ibu saya sangat tidak merestui untuk melepas saya pergi jauh. Masih sangat jelas dalam ingatan saya, saat saya hendak berpamitan dengan ibu saya. Tapi ibu saya tidak mau menanggapi permintaan pamit saya, bahkan sekedar berbicara “hati-hati” saja tidak. Beliau hanya menangis tanpa mau melihat saya yang perlahan melangkah mundur meninggalkannya sendiri. Masih sangat segar diingatan saya, saat itu yang menghantarkan saya ke terminal hanya bapak dan adik saya. Saya menangis saat saya bersalaman dengan ayah saya, meminta restu agar saya bisa baik-baik saja selama jauh dari mereka.


Ibu yang begitu takut untuk melepas saya jauh. Maklum saya baru lulus dari SMA dan saya terkenal sebagai anak yang paling “bandel” dan paling membangkang di keluarga. Saya tau ibu saya takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada saya. Pergaulan saya nanti buruk dan lain sebagainya. Kekhawatiran seorang ibu terhadap saya anak gadisnya yang paling bandel. Saya juga masih ingat ketika saya SMA, rok sekolah saya pernah digunting, disobek-sobek dan dibakar oleh ibu. Ibu saya paling tidak suka melihat anak sekolah (terutama anaknya sendiri) yang roknya berada 10 CM diatas lutut. Jika ketahuan, bisa langsung disandera roknya dan tinggal ucapkan selamat tinggal karena gak akan pernah ketemu sama rok itu lagi. Bulan pertama berada di tanah rantau, jauh dari orang tua, kakak dan adik-adik membuat saya merasa ingin pulang saja. tidak peduli dengan biaya pembangunan awal kuliah saya yang belasan juta yang sudah digelontorkan. Berat bahkan sangat berat. Menjalani hari demi hari tanpa restu seorang ibu. Tapi saya yakin, ibu saya tetap mendoakan yang terbaik buat saya. Segalak apapun ibu saya, doanya tetap menyertai setiap langkah saya. Tapi justru disaat seperti ini Tuhan berkarya atas hidup saya.

Dunia perkuliahan yang saya jalani tidaklah seindah dunia perkuliahan FTV yang selalu saya tonton setiap Sabtu dan Minggu saat saya masih usia remaja. Harus benar-benar pintar mengatur jatah bulanan agar cukup, harus bisa mengatur waktu sedemikian rupa agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Banyak pelajaran hidup yang saya dapat selama saya merantau. Berkenalan dengan berbagai watak dan karakter orang yang berbeda-beda. Pernah berkenalan dan dekat dengan orang yang “tidak beres”, pernah masuk dalam lingkup pergaulan yang “tidak sehat” dan menjadi seperti mereka, walaupun hanya dalam hitungan bulan dan saya langsung “ditarik” lagi oleh Tuhan. Bertengkar dengan teman asrama, mencibir, bergosip dan melakukan hal yang tidak berfaedah lainnya.Tuhan dengan segala keunikanNya mampu mebolak-balikan hati saya. Hingga pada satu titik dimana saya mulai merasa jenuh dengan hidup yang saya jalani. Saya bertanya pada diri saya sendiri, apa yang hilang dari diri saya? Kenapa rasanya seperti kosong? Pertanyaan yang sama saya renungkan berulang-ulang. Ternyata Tuhan mengingatkan saya, bahwa saya sudah terlalu lama tidak bercengkrama dengannya lewat doa dan bercerita ria melalui doa. Dia rindu saya kembali ke pangkuanNya. Seketika itu juga saya sadar, bahwa saya harus membawa restu ibu saya ke dalam doa saya secara khusus, bukannya malah memilih diam seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ya..saya terlalu terlena dengan hal-hal fana yang menjerumuskan saya.


Tuhan mau saya memperbaiki hubungan saya yang renggang dengan ibu saya, dengan orang-orang yang pernah berselisih dengan saya, lalu Tuhan mau memperbaiki hubungan saya denganNya. Tuhan sangat tahu jatuh bangunnya saya selama ini, apalagi saat saya berada jauh dari orang tua seperti saat ini. Dia yang paling tau apa yang sedang saya lakukan. Saya merasakan berkat Tuhan terus dan terus menimpa saya melalui orang-orang sekitar dan orang-orang yang memang dekat dengan saya sampai saat ini. nasehatNya, teguranNya, dan kasih sayangNya dicurahkan melalui orang-orang yang ada di hidup saya saat ini. Saya bilang sama Tuhan....

Tuhan saya mau dipulihkan dan biarkan saya menjadi berkat dimanapun saya berada dan apapun yang saya lakukan. Sekalipun hidup saya dulu rusak, hancur dan berantakan, tapi saya percaya Engkau mampu membenahinya.”


Berkat Tuhan itu juga berdampak ke masa depan saya dan kekasih saya. Saya memiliki keluarga yang begitu mencintai saya, saya bisa lulus kuliah tepat waktu, saya mendapatkan pekerjaan sesaat setelah saya lulus kuliah, saya ditempatkan di perusahaan dengan orang-orang yang hebat dan berpendidikan tinggi, saya mendapatkan kekasih yang begitu luar biasa tampan baik secara fisik maupun sifat, orang tua saya merestui hubungan saya dengan kekasih saya, pekerjaan kekasih saya Tuhan lancarkan bahkan bonus sertifikasi dosen. Hebat! Ya..Tuhanku hebat! Semua itu adalah karena penyertaanNya. Terima kasih masa lalu, karenamu aku bisa menjadi seperti sekarang ini. Terima kasih Tuhan, karenaMu aku tau masa depanku sungguh ada dan harapanku tidaklah dia-sia.

Sabtu, 21 April 2018

Happy Birthday Dear...

Kurang lebih 25.920 jam kita sudah lewati bersama. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari hingga tahun demi tahun. Semakin hari aku semakin mengenalmu. Laki-laki yang sudah menjadi bagian hidupku sejak 3 tahun yang lalu. Laki-laki yang begitu kuat dengan segala impian yang dia punya, laki-laki yang akan melakukan apapun demi sesuatu yang mau dia capai, laki-laki yang selalu semangat dan tidak pantang menyerah. Ya..laki-laki itu kamu. Kamu yang lebih sering memberi semangat padaku, ketika aku sudah mulai putus asa dan lebih cepat putus asa. Kamu yang selalu sabar menghadapi sifatku yang "gak banget", apa lagi jika aku sedang bad mood. Kamu yang selalu jadi tempat ternyaman dan menenangkan bagiku saat aku merasa kalut, saat amarahku memuncak ketika apa yang aku hadapi tak sesuai dengan apa yang aku mau. Kamu yang selalu menasehatiku dengan segala pengalaman hidupmu yang jauh lebih banyak dariku. Kamu yang selalu menguatkan aku dengan segala caramu. Kamu laki-laki yang berhasil menjadikan aku wanita yang jauh lebih dewasa dan tahan banting, walaupun terkadang masih suka "mewek", dikit-dikit "mewek", "mewek kok dikit-dikit" itu ujarmu. Hahahaha dan yang  lebih  penting..kamu yang selalu bisa membuat hal-hal lucu untukku. Segala kekonyolanmu yang kamu tunjukkan padaku. Dan aku... Dengan segala kepolosanku dan tingkat humorku yang receh, untuk hal yang mungkin menurut orang lain "ih apa sih? Kok krik banget?", tapi bagiku itu lucu dan mampu membuat aku tertawa terbahak-bahak. Sampai lawakan yang hanya orang-orang dengan tingkat IQ yang tinggi seperti diriku yang akan paham sama lawakanmu. Bahkan saat ini aku mampu menertawakan setiap hal aneh yang kadang aku hadapi. Yang bagi sebagian orang mungkin akan "kamu kok malah ketawa to? Bukannya marah gitu?" atau "kok kamu pasrah saja sih, bukannya nangis gitu?". Ya...itulah kamu. Kamu yang sudah berhasil membuat jiwaku besar, untuk setiap hal yang aku hadapi.

1..2..3...cheeeersss!

Mengenal dirimu seutuhnya secara perlahan. Masuk dalam kehidupanmu hingga ke lingkup keluarga besarmu. Berkenalan dengan orang tuamu, dengan saudara-saudara kandungmu dan keluargamu seluruhnya. Dengan tanpa ragu, kamu memperkenalkan aku sebagai bagian yang sangat penting bagi hidupmu. Ya..kekasihmu, calon istrimu. Perasaan bahagia dan haru membuncah jadi satu dalam hatiku. Hingga pada akhirnya kamu memasukkan aku dalam lingkup pertemananmu. Berkenalan dengan sahabat-sahabatmu yang sudah jauh lebih dulu mengenalmu dan seluk beluk hidupmu. Menambah daftar keluarga baru untukku. Teman-temanmu yang begitu terbuka denganku dan menerimaku tidak hanya sebagai teman, tapi keluarga. Berbahagialah dan bersyukurlah sayang, kamu memiliki mereka. Berada diantara orang-orang yang begitu peduli akan hidupmu, orang-orang baik dan menyayangimu tulus adalah kado terindah dan kado paling berharga yang Tuhan beri untukmu selama hidupmu.

mikirin apa OM?

SAYANG......
Hari ini adalah hari yang istimewa. Tapi bagiku setiap hari yang aku lalui bersamamu adalah hari yang istimewa. Gak cuma hari ulang tahunmu saja. Selamat memasuki usia yang ke 35 tahun. Sepertiga abad lebih sudah umurmu. Jika kamu bertanya apa yang aku rasa dengan bertambahnya usiamu ini? Bahagia. Jelas aku bahagia.  Karena dengan bertambahnya angka atas usiamu, itu berarti Tuhan masih memberikanmu kesempatan jadi pribadi yang lebih baik lagi, memberikanmu kesempatan untuk bisa meraih setiap keinginan yang belum bisa kamu wujudkan. Tetapi, disisi lain aku juga merasa sedikit sedih. Karena yang aku tahu, ketika umur seseorang bertambah maka kesempatannya hidup di dunia akan berkurang dan semakin sedikit. Tapi yang aku tahu Tuhan itu maha segalanya, dengan segala keunikannya. Rejeki, umur, jodoh dan apapun yang berhubungan dengan hidup manusia sudah Dia atur. Kita hanya bisa berusaha, menjalaninya, dan bersyukur. Semakin banyak harapan dan doa baik yang mengangkasa, berharap Tuhan selalu mendengarkan dan mengabulkan permohonanku atas dirimu. Aku juga sangat bersyukur karena di ulang tahunmu ini, aku masih bersamamu mendampingimu. Dan jika bisa, aku mau 1.000.000.000 tahun lagi besamamu, menghabiskan sisa umur kita bersama indahnya senja. Mendampingimu lagi di ulang tahunmu yang akan datang. Ya, itu harapanku.

Sehat dan bahagia selalu ya mas. Diberkati segala kesibukanmu, segala pekerjaanmu dan semua yang menyangkut hidupmu. Terimakasih sudah menjadi laki-laki yang keras kepala untuk tetap bisa bersamaku dan mencintaiku. Aku akan selalu bersamamu dalam setiap keadaanmu apapun dan bagaimanapun itu. Kita hadapi semua lika-liku hubungan kita bersama. Aku mengasihimu dan mencintaimu. Selamanya....

berpelukaaaaaaaaaaaan......

AKU SAMPAIKAN RASA RINDU DAN PELUKAN HANGATKU INI MELALUI DOAKU YANG MENGANGKASA UNTUKMU.

SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG :)


tiup lilin ulang tahun? apa ngepet? hahahaha
bahagianya..masih bisa merayakan ulang tahunmu sama-sama.
ulang tahun yang ke 3 kalinya selama 3 tahun resmi menjadi bagian hidupmu.
semoga selamanya demikian.


Salatiga, 20 April 2018


YOUR ONE AND ONLY
FRANSISKA MAYASARI SANTOSO PUTRI

Selasa, 30 Januari 2018

AIR SUSU IBU “PEMENUH KEBUTUHAN BAYI DALAM SEGALA HAL"

Siapa yang tidak tahu tentang ASI? Apakah Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu apa itu ASI? Atau sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu kepanjangan dari ASI? Air Susu Ibu atau biasa dikenal dengan singkatan ASI. Di era milenial saat ini, begitu banyak orang tua khususnya ibu yang berlomba-lomba untuk mencapai kesuksesan dalam memberikan ASI kepada bayinya sejak pertama kali dilahirkan. Terlebih bagi ibu yang memahami peranan penting ASI bagi tumbuh kembang anak. Tidak diragukan lagi bahwa ASI memang merupakan makanan terbaik bagi bayi. “berikan bayimu ASI sampai usia dua tahun”, begitu kata para ibu penggiat ASI.
Gambar terkait
Tapi tidak dipungkiri, ada juga ibu yang tidak memberikan ASI ke bayinya dan memilih memberikan susu formula. Berbagai alasan diungkapkan sebagai pembelaan dan jawaban mengapa mereka tidak memberikan ASI ke bayi mereka dan menggantikannya dengan susu formula. Dua jawaban yang sering dijadikan alasan adalah:
1. Bayi yang terus menangis, karena ASI tidak kunjung keluar.
“hari pertama setelah melahirkan, sudah disedot oleh si bayi tapi tidak juga keluar ASI. Hari kedua dicoba lagi dan yang keluar hanya cairan warna kuning,setelah itu tidak keluar lagi. Akibatnya bayi menangis terus menerus, susah tidur dan akhirnya dikasih susu formula supaya bayi tidak menangis dan ibu tenang”, tutur para ibu yang memberikan susu formula ke bayi mereka sejak pertama lahir.

2. Suami yang tidak sabar dan kurangnya dukungan keluarga
“karena bayinya menangis terus, akhirnya suami memutuskan untuk memberikan susu formula. Suami juga tidak sabar ingin melihat bayinya tidur dengan tenang”, jawaban para ibu yang lain.
Lalu, ada juga yang menjadi larangan seorang ibu tidak boleh menyusui bayinya. apakah itu? ketika seorang ibu mengidap HIV AIDS. Karena, ketika seorang wanita mengidap HIV AIDS lalu tetap bersikeras mau memberikan ASI kepada bayinya, maka sudah bisa dipastikan bayi tersebut akan tertular penyakit ibunya. Seorang ibu yang mengidap HIV AIDS sangat dilarang memberikan ASI kepada bayi.
Banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu tidak dapat menyusui bayi. Salah satunya ialah air susu tidak keluar. Penyebab air susu tidak keluar juga tidak sedikit, mulai dari stres mental sampai penyakit fisik, termasuk malnutrisi. Keengganan untuk memberikan ASI bisa jadi karena anggapan keliru tentang menyusui yang dapat merusak bentuk tubuh (payudara menjadi kendur). Ada begitu banyak keuntungan menyusui yang harus diketahui oleh semua masyarakat terutama para calon ibu dan yang sudah menjadi ibu, seperi meminimalisir biaya pembelian susu, dot, botol susu, alat pemasak, pendingin susu, pensteril botol susu, dan bahan bakar seperti listrik.
Keuntungan lainnya dari ASI adalah:
1-  ASI tidak akan tumpah
2- ASI mudah dibawa kemanapun
3- ASI tidak akan basi
4-ASI bisa tersedia setiap waktu
5-Bayi terhindar dari penyakit infeksi
6- Badan ibu semakin cepat langsing
7-Bayi terhindar dari karies gigi atau gigi keropos.
Susu formula dibuat sedemikian rupa sehingga kadar zat gizi yang terkandung persis sama dengan ASI. Kekurangannya terletak pada ketiadaan zat anti-infeksi. Zat anti-infeksi hanya terdapat di kolostrum. Kolostrum ialah ASI yang keluar pertama kali, berwarna jernih, kekuningan dan kaya akan zat antibodi yang mampu mencegah penyakit infeksi. Kekurangan susu botol, jika penyiapan tidak memenuhi syarat kebersihan (misalnya, peralatan yang digunakan tidak dicuci bersih dan air untuk membuat susu tidak matang), lalu memberikan susu formula tersebut ke bayi sama saja menanamkan bibit penyakit ke dalam tubuh bayi (sumber infeksi).

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi dari pertama lahir sampai usia enam bulan. ASI yang diberikan adalah ASI murni tanpa tambahan apapun. Lewat dari usia enam bulan sampai usia dua tahun bayi tetap diberikan ASI dengan makanan pendamping atau masyarakat mengenal dengan sebutan MP-ASI (Makanan Pendamping-ASI).

Selasa, 21 November 2017

SOMETIMES, I AM NOT A WONDER WOMAN ANYMORE.

Menjadi wanita yang perasaan memang tidak mudah. Begitu banyak hal yang dia pikirkan. Sampai-sampai dia juga memikirkan bagaimana dampak yang akan ditimbulkan apabila dengan begitu semangat mencurahkan segala isi hatinya kepada orang yang dia percaya. Tidak segampang itu. Wanita yang memiliki perasaan lembut selalu memikirkan keadaan orang yang ingin dia ajak berbicara untuk mencurahkan segala isi hatinya. Apakah orang yang dia harap, dapat mendengarkan dengan tulus segala kebimbangan yang dia miliki? Apakah orang tersebut mau meluangkan waktunya dalam kesibukannya untuk menghubungimu barang sebentar saja dan menanyakan kabarmu, apakah kamu sedang tidak baik-baik saja? mengapa kamu bersedih? Apa yang membuatmu menangis?
Menjadi wanita yang memiliki perasaan lembut, selalu memikirkan keadaan orang yang selalu dia harapkan dapat menjadi teman cerita yang sangat baik. Tetapi semua harapannya mungkin hanya angan. Terlalu memikirkan keadaan orang lain, sampai-sampai dia tidak sadar bahwa dia sebenarnya tidak dipikirkan oleh orang yang dia harap. Melainkan ada hal lain yang lebih penting yang menjadi pokok pemikirannya. Bukan kamu. Ingat bukan kamu. Susah payah kamu memikirkan, bagaimana jika aku bercerita tentang kegelisahan hatiku ini, apakah dia mau mendengarkan? Ah, tidak usah. Aku tau dia juga lelah dengan segala pekerjaannya. Aku menyayanginya, aku tidak mau menambah beban hidupnya. Dia juga bilang, jika dia lelah. Sudahlah, lupakan saja. lanjutkanlah menangismu. Sampai kamu merasa sedikit lebih tenang.


Tapi sebenarnya kamu butuh bercerita kan? Hai wanita...! jangan sok kuat..! kamu bukan Wonder woman. Ada saatnya kamu menjadi Wonder woman, ada saatnya Wonder woman juga bisa rapuh dan lemah. Butuh pundak untuk sekedar meletakkan tanda kebesaran di kepalanya yang bernama “EGOIS”. Ya, kamu terlalu egois untuk terus menahan rasa lemahmu. Kamu terlalu egois untuk menahan rasa sakitmu. Bukankah hati dan kepalamu sudah penuh dengan kegalauan yang seharusnya bisa kamu bagikan dengan orang yang kamu percaya dan kamu sayang. Kamu butuh untuk didengarankan, kamu butuh untuk dikuatkan (lagi), kamu butuh untuk dibelai lembut. Kamu butuh itu semua. Jangan egois.

Kamu tahu, apa yang sebenarnya aku butuh?
Pelukan. 
I need your hug now. 
Tidak ada yang lain. 

Menangis tersedu-sedu sambil dipeluk dirimu, adalah obat yang paling ampuh untuk membuat aku tenang. Aku tahu, aku (tidak) bisa merengkuh ragaku sendiri. Tapi, rengkuhanmu yang aku butuhkan. Tidak ada yang lain. Itu saja. jika memang tidak bisa, berarti aku yang terlalu berharap untuk bisa didengarkan. Jika dia memang mencintaimu juga, dia tahu apa yang kamu butuhkan tanpa perlu kamu meminta.

Belajar menguatkan dan merengkuh dirimu sendiri lagi, lagi, dan lagi.

Aku tidak manja, aku hanya sedang berada pada kondisi dimana aku butuh untuk dikuatkan lagi. Jika aku sudah kuat, aku siap untuk tersenyum lagi.

Jumat, 17 November 2017

Minum Teh ala-ala Horang Kaya, Ndoro Donker pilihannya

Donker adalah orang belanda yang tinggal di daerah Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar sekitar tahun 1700-an. Masyarakat desa memanggil Donker dengan sebutan Ndoro. Ndoro dalam bahasa jawa memiliki arti Tuan (Tuan Donker). Menurut beberapa sumber yang ada, Tuan Donker adalah orang Belanda yang pertama kali menanam teh dan mengajarkan masyarakat desa Kemuning menanam teh. perkebunan teh yang dirintis oleh Ndoro Donker masih bertahan sampai saat ini.
Ada salah satu tempat yang dijadikan tempat ngeteh andalan di kaki gunung Lawu, mengambil nama dari Ndoro Donker. Tempat ngeteh itu adalah Rumah Teh Ndoro  Donker. Rumah ini didirikan oleh Donker tahun 1700-an dan digunakan sebagai tempat tinggalnya. Namun sejak tahun 2012, rumah ini dikelola menjadi tempat nongkrong dan ngeteh yang asik.
Rumah Teh Ndoro Donker tampak depan (dok.pribadi)

Rumah dengan nuansa serba putih, menjadikan Rumah Teh ini begitu cerah dan bersih. Ditambah dengan hawa sejuknya Bukit Kemuning menjadikan rumah teh ini tempat andalan para pengunjung untuk ngeteh cantik dan berfoto ria, karena ada begitu banyak sppot foto yang bisa dimanfaatkan. Ya..ala-ala instagramer kekinian gitu deh..!
Rumah Teh Ndoro Donker tampak samping (dok.pribadi)

Teh Dengan Berbagai Rasa, Warna, dan Harga
Bagi pecinta teh dan penikmat alam berhawa sejuk, jika ada kesempatan dan waktu, coba deh kunjungi Rumah Teh Ndoro Donker. Rumah teh ini menjual berbagai jenis teh, dengan warna, rasa dan harga yang berbeda. Mulai dari harga 10 ribu rupiah sampai dengan 100 ribu rupiah.
Berbagai jenis teh di Rumah Teh Ndoro Donker (dok.pribadi)


Spot foto unique kekinian ala Rumah Teh Ndoro Donker

Pengunjung yang hadir ditempat ini tidak hanya dimanjakan oleh hangatnya seduhan berbagai jenis teh dan hawa sejuknya. Tetapi, pengunjung juga bisa memanfaatkan spot foto yang ada di Rumah Teh Ndoro Donker. Biar bisa update Photo profile atau mempercantik feeds instagram.

Manis banget, bisa buat foto prewed nih hehe (dok.pribadi)


Ngeteh cantik yuk...(dok.pribadi)


Spot foto lain di bagian dalam rumah (dok.pribadi)


Bisa banget buat Private wedding (dok.pribadi)

Gimana gengs? Tempatnya Cozy banget kan? Saya saja betah lama-lama di sini. Ngeteh cantik dengan pemandangan hamparan kebun teh disekelilingnya plus hawa sejuknya. Ke sini bawa pacar, sahabat, atau keluarga bisa menambah sejuknya suasana. Alamat lengkap Rumah Teh Ndoro Donker ada di Jl. Afdeling Kemuning No.18 Karanganyar-Surakarta. Phone/Line/WA: 0813-9897-3058.
Background kebun teh (dok.pribadi)

Pernikahan Beda Gereja

                  Menikah bukanlah impian bagi semua orang. Tapi bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah ...