Jumat, 26 Juli 2019

26 Juli 2019 18:38

foto ambil di twitter

Sudah 1 tahun lebih 3 bulan saya bekerja. Semakin kesini ternyata saya semakin merasa sepi. Pulang kerja yang dilihat tembok, benda-benda mati dan makhluk tak kasat mata dekat kamar mandi. Penat, bosan, stress, ga ada yang bisa diajak main. Saya tinggal di lingkungan pekerja yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Pergi pagi, pulang malam. Ada juga yang pergi malam, pulang subuh. Ya, mereka semua sibuk bekerja demi sesuap nasi, demi masa depan yang jauh labih baik. sama seperti saya.

Saya tidak tahu, apakah mereka juga merasakan sepi yang sama seperti saya? stress yang sama seperti saya? penat yang sama seperti saya? atau pintar menutupi semuanya. Saya tau setiap orang punya lingkungan hidup yang berbeda. Ndelalah... saya ditempatkan di tempat yang tidak biasanya. Ah tiba-tiba saya rindu masa sekolah, pulang sekolah ke rumah ketemu bapak ibu, ketemu keluarga, walupun di rumah sering diomelin ibu, tapi saya merasa tidak sepi  seperti saat ini.

Semasa kuliah, suasana merantau tidak terasa karena sering bertemu dan berkumpul dengan banyak orang. Teman kost, anjing ibu kost yang namanya kim, ibu kost, anaknya ibu kost, berangkat kuliah bertemu teman kuliah, bertemu kekasih hati setiap hari. Sekarang tidak bisa seperti itu. Perlahan semua pergi dan lepas untuk mengejar mimpi masa depan masing-masing.

Saya iri melihat orang-orang yang masih bisa bertemu keluarga mereka setiap mereka pulang kerja, masih bisa bertemu hewan peliharaan mereka setiap mereka pulang sekolah, melepas penat dengan bercengkrama ataupun sekadar mendengar omelan orang tua atau kakak. Pengen nangis rasanya. tapi mosok sudah besar nangis? malu. tapi mbesesek rasanya.

Tau kebutuhan dasar manusia itu bisa berbagi cerita, makhluk sosial. Saya yakin sediam-diamnya Limbad, pasti beliau juga pernah berbicara dan bercerita. Nangis dan bersuara. Apa lagi saya yang manusia biasa seperti ini.

By the way, pengen rasanya saya pelihara anjing. Tapi tempat dan keadaan yang tidak memungkinkan. Padahal bisa jadi teman saya sehar-hari. Pulang kerja ada yang menyambut, pagi hari ada yang bisa diajak jalan-jalan, ada yang dielus-elus. LDR itu berat ya.  hehehe

Selasa, 23 Juli 2019

Tanpa Kabarmu, Aku Rindu.

Sudah tiga minggu sejak kepergianmu ke pulau sebrang, rindu ini terus membuncah.
Aku tidak tahu bagaimana kabarmu?
Aku tidak bisa mendengar suaramu seperti hari-hari lalu.
Aku tidak bisa mendengar tawa dan ceritamu.

Sayang,
Baru kali ini aku merasakan rindu yang begitu menyesakkan dadaku.
Baru kali ini aku merindukanmu begitu dalam.
Aku merindukanmu teramat sangat.
Hubungi aku saat kamu mendapatkan signal ya.
Aku tidak bisa menghubungimu terlebih dulu.

Aku hanya bisa menunggumu dan mendoakanmu.

Jaga dirimu baik-baik disana.
Jaga kesehatanmu.
Aku menyayangimu.
Cepatlah kembali.
Aku sendiri.

Rabu, 12 Juni 2019

Do yourself a favor, Maria! Happy Birthday....

Dear Maria Nike Ardila Santoso Putri,

Apa kabar? aku berharap dirimu selalu sehat dan bahagia dengan caramu. Sudah bertahun-tahun kita berjauhan, terpisahkan jarak. Tapi doaku untukmu dan video call yang mendekatkan kita ditengah kesibukan kita masing-masing. By the way, ingat foto ini gak? hahaha iya itu foto pertama kali aku main ke kontrakanmu mbak tahun 2016. Pas badan masih seksi sebelum jadi semlohay seperti sekarang.

lagi merenung mikirin negara dan jarum timbangan yang semakin ke kanan......
Aku sangat bersyukur dan berterimakasih sama Tuhan sudah menciptakanmu sebagai kakak perempuanku. Sering berantem, marah, nangis, baikan, ketawa, gitu terus sampe upin ipin lanjut kuliah S3. Masih inget waktu itu aku dikampleng dirimu hahahaha tapi lupa karena masalah apa. lewat aja gitu. Semua omelan, teguran, nasehat yang mbak dila kasih ke aku ya itu semua demi kebaikan aku sendiri sih. Maaf dulu adikmu ini belum open mind, belum dewasa, taunya bantah dan marah terus ngambek hahahaha. (huuuuu *toyorin kepalaku*)

Duo gembel nan cantik aduhai......
Gak kerasa mbak Dila sudah melewati seperempat abad umur dan menuju kepala tiga HAHAHAHA. Apa yang ada dipikiran ketika umur menuju kepala tiga? Gak usah mikir yang aneh-aneh. Semua sudah Tuhan atur sedemikian baiknya dan akan tergenapi sesuai waktu-Nya. Gak kurang dan gak lebih, PAS. Harapannya masih sama selalu sehat dan bahagia versi mbak Dila :) Harus selalu kuat dan semakin kuat dalam menghadapi berbagai rintangan hidup. Terimakasih sudah mau berbagi keluh kesah dan bahagia sama aku. Bisa saling jadi tempat berbagi cerita, semoga selamanya begitu.







Selamat ulang tahun mbak Dila. Doa dan harapan terbaik dariku, Satria, Finda, bapak ibu, dan semua orang yang menyayangimu dan peduli dengan hidupmu. Semakin kuat, selalu sehat, semakin bahagia dan lemu. Semoga segera dipertemukan dan disatukan dengan laki-laki yang tepat. Jangan putus asa dan semakin sering bersyukur. Hidupmu ada dalam penjagaan Tuhan dan selamanya akan begitu. Aku sayang banget sama mbak dila. (biasanya kalo habis bilang kaya gini, pasti meh minta dibelikan sesuatu hahahahaha *plaaak*). Walau selisih umur kita 5 tahun, tapi kita kelihatan seperti seumuran. iya mukaku yang kelihatan tua hahahaha.

Natal 2017

Natal 2017
Pelabuhan Bakauheni Lampung
Ciko dan Mas juga sayang....
Jangan takut sama apapun. Banyak yang bener-bener sayang dan peduli dengan dirimu. Siapa? ya kita semua ini. Hadapi dengan berani. Jalani dengan ikhlas. Tuhan yang pegang kendali hidupmu mbak. God is good all the time, right? Aku bingung mau kasih hadiah apa, karena semua sudah bisa mbak beli dengan hasil kerja keras mbak sendiri. Semoga semua pesan yang tersurat dalam tulisan ini bisa dirimu baca kembali dan ingat. Ada note penting dibawah yang harus diingat dan diterapkan dalam hidup :)

Katong samua sayang pa ngana....   
HAPPY BIRTHDAY MY DEAR. I LOVE YOU SAK LAWASE.

Life is too short to be wasted with people who can’t  be trusted. Do yourself a favor. Spend life with those who are sincere, and really care abouyou and your well being and those who appreciate your presence.
  

Your one and only,

Fransiska Mayasari Santoso Putri 

Sabtu, 20 April 2019

Tahun Ke Empat Di Hari Paskah Penuh Berkah, Happy birthday Puspitaku! 🌹

Hari ini aku melihat matahariku bersinar semakin terang.
Sekalipun jauh, aku tetap bisa melihat cahayanya yang benderang.
Merasakan hangatnya kala sinarnya menyapa.
Membuat aku selalu bisa mengucap syukur dan bahagia.

Hari-hari bersamamu adalah yang paling membahagiakan.
Membuatmu tersenyum
Membuatmu tertawa
Melihatmu menangis
Lalu membuatmu tenang dalam pelukku.
Tenang...
Aku bersamamu selalu.

Sudah sejauh ini kamu melangkah.
Aku bahagia bisa menemanimu dan bahagiamu bertambah.
Memelukmu, mendoakanmu dan menghilangkan semua resah.
Kamu laki-laki baik, penuh tanggung jawab, pekerja keras dan sangat sedikit amarah.

Selamat ulang tahun tunanganku. Semakin bersinar dan hebat untuk setiap hal yang kamu perbuat. Menjadi laki-laki yang bermartabat dan bermanfaat. Aku bersyukur masih bisa mendampingimu melangkah di tahun ke empat kita. Semoga selamanya demikian.
Tahun ini kita rayakan tanpa kue ulang tahun dan lagu happy birthday. Tahun-tahun sebelumnya juga begitu. Tahun ini kita rayakan berjauhan karena kamu harus bertugas keluar pulau. Tahun tahun sebelumnya juga begitu.Tapi tak apa, jarak bukanlah penghalang untuk kita tetap bahagia. Karena semangkuk pork soup buatanku dan doa yang kita ucapkan bersama, akan jadi ulang tahun paling istimewa untuk kita rayakan sama-sama setelah kamu pulang. Semangat membangun rumah untuk keluarga kecil kita nanti. I am on your back and your side. I love you 🌹 have fun di Enggano.

Dari aku orang biasa tapi cintaku padamu luar biasa,
Telo kesayanganmu,
Fransiska Mayasari Santoso Putri.

Senin, 15 April 2019

Spot Instagramable "Umbul Songo Gunung Merbabu"

Libur t'lah tiba
Libur t'lah tiba
Hore hore hore
Hore ......!

Kalimat diatas merupakan sepenggal lirik dari lagu penyanyi cilik Tasya Kamila yang biasa dinyanyikan ketika hari libur telah tiba. Eh, sebentar lagi libur panjang kan? Libur pemilu dan peringatan wafat Isa Almasih sampai paskah. Wah, kesempatan nih untuk liburan ke suatu tempat yang bisa membuat otak kita lebih fresh dan gak spaneng. Udah tau mau liburan kemana? Saya ada rekomendasi satu tempat, yaitu Umbul Songo Gunung Merbabu.
Wisata alam yang terletak di lereng gunung Merbabu, Kopeng, Jawa Tengah ini sudah diresmikan menjadi tempat wisata sejak Januari 2019. Kalau teman-teman pernah ke Merbabu pasti gak asing dengan foto bangunan diatas. Ya, bisa dibilang ikonnya Umbul Songo Gunung Merbabu. Tau gak sih kalian kalau Umbul Songo Gunung Merbabu punya waterboom? Iya, waterboom. Kebayang gak kalian mandi atau berenang di waterboomnya Umbul Songo yang super duper dingin dikelilingi pohon pinus dan suara burung. Sangat menyatu dengan alam.
Silahkan mandi dan berenang sepuas kalian. Kalau betah lama-lama berarti tubuh kalian kuat dingin. Gak cuma waterboom aja, di Umbul Songo juga ada air terjunnya. Saat kalian hendak menuju air terjun, kalian akan melewati jembatan dari kayu yang namanya jembatan cinta 1 dan jembatan cinta 2.
Lebih beruntung lagi kalo kesini pas debit airnya lagi besar, pasti lebih bagus. Saat saya kesini, tempat ini masih sepi banget. Belum banyak yang tau kalo ada tempat wisata sekeren Umbul Songo Gunung Merbabu. Tapi saya juga sangat beruntung, karena masih bisa leluasa berjalan dan berlari tanpa harus berdesak-desakan. Kaya punya sendiri gitu.
Gak usah kuatir kalo hujan atau kepanasan. Umbul Songo Gunung Merbabu menyediakan banyak gazebo buat berteduh. Tempatnya masih sangat bersih. Sangat terfasilitasi dong ya. Setelah melewati waterboom, kalian akan sampai pada taman pusatnya Umbul Songo Gunung Merbabu. Ada jembatan gantung sebagai ikonik taman ini. Gak usah kuatir, kalau mau mencoba melewatinya. Masih sangat kokoh dan sangat layak kok jembatannya. Maksimal 5 orang yang bisa berada diatas jembatan gantung ini.
Di rute jalan pulang kalian akan melewati jembatan cinta terakhir yang sempat aku sebutkan di cerita awal. Jangan kuatir kalau kalian capek, disepanjang jalan sudah disediakan tempat duduk dan ayunan untuk kalian istirahat. Tempatnya masih sangat bersih. Kalian gak perlu kuatir kalau kebelet buang air kecil atau air besar, tempat ini menyediakan toilet. Toiletnya pun bersih.
Gimana? Sudah penasaran belum untuk eksplore sendiri wisata alam Umbul Songo Gunung Merbabu? Wah...buruan atur jadwal deh. Ajak semua teman, saudara, pacar, keluarga untuk berkunjung ke Umbul Songo Gunung Merbabu. Setidaknya dengan kita main ke tempat wisata lokal, kita juga turut membantu memberikan pemasukan kepada daerah dimana tempat wisata itu dibangun. Wisata lokal murah meriah tapi terfasilitasi semuanya. Keren kan? Ayo dukung wisata lokal. Tetap jaga kebersihan lingkungan sekitar ya. Jangan buang sampah atau buang air kecil sembarangan. Happy holiday 😉

Jumat, 11 Januari 2019

Bayi belum genap 6 bulan, apa boleh dikasih asupan selain ASI?


Kalian tau gak sih, belakangan ini lagi booming banget soal berita bayi yang umurnya belum genap 6 bulan sudah dikasih asupan selain ASI atau Susu formula, yaitu bubur, air putih, pisang, roti tawar, madu dan mungkin masih banyak lagi asupan lain yang dijejali ke mulut bayi yang kurang dari 6 bulan itu. Kasus yang paling baru yang saya baca di twitter salah satu dokter adalah bayi belum genap 6 bulan sudah diberi asupan nasi. Ini parah sih. Hai Ibu, bapak, om, tante, pakde, bude, kakak… ini kesalahan besar. Hal yang menurut kalian sepele tapi akibatnya bisa sangat fatal. Bayinya meninggal dunia loh. Iya..serius! Lambungnya bengkak bahkan hampir pecah, karena lambung bayi itu gak sanggup mengolah, mencerna nasi yang dijejali ibunya. Fatal kan? JELAS FATAL!
Saya mau cerita sedikit pengalaman saya terkait kasus diatas.
Saya punya tetangga, mama muda gitu lah. Punya anak umur baru 4 bulan, anaknya itu diminumi air bening/air mineral. Kadang air mineral kemasan, kadang air rebusan sendiri. Mak deg…! Saya seketika kaget, begitu dengar langsung dari mulut ibunya perkara air minum ini. Saya tak lantas menyalahi ibunya, tapi saya tanya “lah kok dikasih air bening kenapa mba? Kan dikasih susu saja cukup”. Lalu jawabnya “iya, biar lidah sama rongga mulutnya bersih. Kalo habis minum susu lama-lama lidahnya kotor putih-putih gitu. Pokoknya untuk membersihkan lah biar gak eneg juga bocahe”. WHAAAAAAAAAAATTTTTT?! Saya sebagai manusia yang sedikit banyak paham tentang ilmu gizi salah satunya gizi dalam daur kehidupan, ya gak tinggal diam dong. Langsung saya kasih penyuluhan private ke tetangga saya ini. Ternyata selidik punya selidik, dia kasih minum air mineral ke bayinya sejak bayinya pertama kali lahir dan minum susu formula (iya katanya ASI nya gak keluar, makanya begitu lahir langsung dikasih susu formula). Bisa dibayangkan gimana buruknya, sudah bayinya gak dapat ASI terus dapatnya susu formula, terus dikasih air putih lagi. Duh..aduh kacau kacau. Setelah ketauan sama saya kalo anaknya dikasih air mineral, kurang lebih seminggu gitu dia bawa anaknya ke bidan samping rumah saya. Ternyata bayinya pup dan fesesnya warna hitam, mencret gitu dan badannya panas. Pikiran saya sudah gak karuan. Iya, dirujuk ke RS dan ternyata pencernaannya infeksi. Tau infeksinya darimana? Dari kuman yang ada di air mineral yang ibunya kasih.
Gini deh, saya jelaskan secara runut dan gamblang biar pada paham “mengapa anak bayi 0-6 bulan hanya perlu 1 asupan yaitu ASI atau susu formula khusus (kalau ASI nya benar-benar gak keluar)?"

Alat pencernaan bayi yang baru lahir itu masih polos, ibarat sepatu canvas yang masih polosan kalau kena air kan bisa rembes dan basah. Begitu juga dengan alat pencernaan bayi yang baru lahir dan langsung diberi full ASI selama 6 bulan. ASI saja tanpa tambahan yang lain. Rentang waktu 0 sampai 6 bulan ini tugasnya ASI jadi tameng pertahanan sistem pencernaan bayi. ASI yang bertugas menjaga pencernaan bayi, memperkuat dan melindungi secara ketat. Ibarat sepatu canvas, kain canvas tadi selama 0 sampai 6 bulan udah terus-terusan dikasih lilin, biar kalo pas kena air atau kehujanan gak basah, jadi aman saja. Begitu juga dengan ASI. ASI itu benteng pertahanan pertama bayi umur 0 sampai 6 bulan. ASI yang pertama kali keluar dari puting ibu, warnanya agak kekuningan biasa disebut kolostrum, nah kolostrum ini kapten benteng pertahan yang maju duluan masuk ke pencernaan bayi.

Setelah bayi genap 6 bulan, barulah masuk tahap MP-ASI. Apa itu kepanjangan MP-ASI? Makanan Pendamping Air Susu Ibu. MP-ASI sampe umur 2 tahun. Jadi, setelah bayi genap 6 bulan masih minum ASI juga? Ya jelas masih. Tapi, ada makanan pendampingnya. Di tahap ini bayi baru boleh dikasih makanan pendamping selain ASI. Namanya juga pendamping, ya tugasnya mendampingi dan melengkapi gizi bayi. Setelah umur 6 bulan, kebutuhan gizi bayi akan bertambah banyak. Makanan pendamping ASI yang bertugas jadi pemasok gizi tambahan. MP-ASI tuh kaya apa sih? makanan yang teksturnya sangat halus yang masih bisa dicerna sama bayi. Misal, bubur buah pepaya, bubur buah pisang, bubur tepung beras, nasi tim sayur bayam, nasi tim ikan tuna dan masih banyak lagi. Diumur dan tahap ini, pencernaan bayi sudah siap menerima “benda asing” lain masuk. Sudah ada perlindungan dari ASI selama 6 bulan. Ibaratnya pencernaan si bayi sudah siap tempur.

Jadi, saya tekankan sekali lagi. Bayi umur 0 sampai 6 bulan hanya butuh ASI. Gak ada tambahan-tambahan lain. ASI aja. Kasih kesempatan ASI untuk melaksanakan tugasnya, yaitu: menjaga, melindungi, memperkuat sistem pencernaan bayi dan tubuh bayi secara keseluruhan tentunya. Biarkan ASI membuat tameng pertahanan yang kuat di tubuh bayi selama 6 bulan.


Bisa dibayangkan kalo bayi anda tidak anda kasih senjata apa-apa, tidak punya tameng perlindungan diri, terus anda ajak dia tempur sama bakteri bakteri jahat yang masuk lewat air mineral, nasi, roti dan lain sebagainya. Sebersih-bersihnya makanan yang anda beri ke bayi anda yang belum genap 6 bulan, akan tetap berdampak buruk buat kesehatannya. Bahkan yang lebih fatal seperti yang saya ceritakan di paragraph pertama, sampai meninggal.


Saya harap, tulisan saya ini berguna untuk kalian yang bersedia membaca. Kalau masih kurang puas dan kurang paham sama apa yang saya jelaskan, bisa tanya ke dokter anak ibu bapak masing-masing. Perbanyak baca buku terkait gizi anak ibu bapak, perbanyak tanya kalau memang kurang paham atau sama sekali gak tau, tanya ke orang yang benar-benar paham terkait hal yang saya sampaikan ini.

Berkah Dalem.

Senin, 15 Oktober 2018

Tempat wisata murah dan cukup menantang? CURUG LAWE jawabannya.

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar nama "Curug Lawe"? terdengar asing atau justru sudah sering mendengar dan sudah sering kesana?


Curug Lawe adalah sebuah tempat wisata air terjun yang berada di Ungaran Barat. Tidak terlalu jauh dari Semarang dan juga tidak terlalu jauh dari Salatiga. Curug ini dinamakan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat bagai benang-benang putih yang dalam bahasa jawa disebut Lawe. Ada juga yang bilang kalau air yang jatuh dari atas tebing berjumlah 25 yg dalam bahasa Jawa disebut selawe. By the way, saya sih gak kepikiran menghitung jumlah air terjun yang ada di curug ini karena begitu sampai disini saya hanya bisa terpaku, terdiam tanpa kata sangking takjubnya sama tempat ini. KERAN gaeeeess...! KEREN maksudnya.



Begitu saya sampai disini, saya langsung disuguhkan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata. Desiran angin dan cipratan air terjun yang mengenai tubuh saya, membuat saya tidak sabar untuk segera melepas sepatu saya dan bermain air sepuasnya tanpa kenal malu. Saat saya sampai disini, sudah banyak pengunjung lain yang datang duluan dan berswafoto dengan gaya mereka masing-masing. Ada yang menaiki bangkai pohon yang tumbang dan berjongkok sambil memakai kacamata hitam yang menutupi wajah sangking besarnya tapi pede saja, ada juga yang sengaja menumpuk batu-batu yang ada di curug ini setinggi mungkin lalu difoto dengan mengacungkan jempol. Pokoknya ada saja yang dilakukan kawula muda ditempat ini, untuk mengekspresikan kebahagian mereka bisa sampai tempat ini. Apakah yang datang ke curug ini hanya anak muda saja? Oh, tentu tidak. Banyak juga kok orang tua yang datang ke curug ini. Bahkan saat saya ke curug ini, saya berpapasan dengan sepasang kakek nenek dan cucunya yang sedang berjalan santai sambil memegang tongkat kayu dengan sedikit nafas yang megap-megap tetapi mereka menikmati.


Kalau kalian berkunjung ke curug ini, kalian akan menemukan sebuah jembatan, namanya "Jembatan Romantis". Saya gak tau sih, lebih tepatnya gak mencari tau mengapa jembatan ini disebut jembatan romantis. Mungkin karena jembatan ini sedikit licin dan jalannya harus hati-hati, sehingga pengunjung yang melewati jembatan ini sengaja atau tidak sengaja akan bergandengan tangan dan terlihat romantis, gitchu kali yeeee... Lalu bagaimana dengan mereka yang jomblo? mau gandengan sama siapa? Tenang sobat! Kamu gak sendiri, tuh ada pagar pembatas besi warna merah yang kuat dan kokoh bisa kok dijadikan gandengan dan peganganmu. Woles aje shay...
Waktu saya melewati jembatan ini ada banner bertuliskan 'MAKSIMAL 5 ORANG YANG BOLEH MELEWATI JEMBATAN ROMANTIS". Tapi, banner tersebut sudah lepas dari pohon alias pengunjung tidak akan tahu tentang peringatan ini karena banner peringatan tersebut tidak terpampang dengan jelas dan tidak bisa dibaca oleh para pengunjung (kalau mata kalian jeli, kalian pasti bisa menemukan dimana banner peringatan itu jatuh). Waktu saya mau melewati jembatan ini, saya melihat ada lebih dari 5 orang yang berdiri diatas jembatan tua ini. Berhubung saya phobia terhadap ketinggian, maka saya menunggu para pengunjung yang sedang berswafoto di jembatan ini untuk lewat duluan sembari saya menyiapkan nyali dan menarik napas dalam-dalam untuk bisa melewati jembatan ini dengan sekali foto.



Ada satu pohon yang sangat unik yang menarik pandangan saya. Saya tidak tahu itu pohon apa (silahkan bertanya pada ahli tumbuh-tumbuhan), yang jelas batang pohon tersebut bentuknya meliuk-liuk. Rasa hati ingin sekali bergelantungan di batang pohon tersebut, tapi apa daya nyali saya ciut ketika melihat sisi kiri tempat teman saya berdiri itu adalah jurang. Huuuuu cemen lo..!
Ketika dalam perjalanan menuju curug, saya disuguhkan pemandangan tumpukan sandal yang ditancapkan ke ranting pohon kering sehingga menyerupai pohon sandal. Saya kurang paham sih maksud dari pohon sandal ini. Mungkin sandal-sandal tersebut adalah sandal pengunjung yang tertinggal dan sudah rusak. Dari pada dibuang atau dibakar mending dijadikan pajangan, gitu kali ya? Entahlah. Saya sebenarnya ingin menancapkan sepatu saya di pohon sandal karena sepatu saya juga sudah rusak, tapi saya ingat kalau saya tidak punya sepatu cadangan sebagai penggantinya. Jadi, foto lepas sepatu aja kali ya... (kode biar segera dibelikan sepatu baru).




#amuijainsoul #amuijasoulofadventure

Untuk bisa sampai di curug ini, kita hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 4000,- dan parkir motor sebesar Rp 2000,- saja. Murah banget kan? tapi tempatnya gak murahan. Buat kamu yang mau melangsingkan badan dan membakar lemak, bisa banget ke curug ini. Waktu yang ditempuh dari tempat parkir menuju curug Lawe kurang lebih 30 menit jalan kaki. Ya...setara dengan naik motor Salatiga-Ungaran lah. Kalau laper dan lupa gak bawa makanan atau camilan, tenang aja. Di sepanjang jalan gerbang utama banyak warung makan yang berjejeran menjajakan makanan dan minuman bagi para pengunjung. Harga? Relatif lah, namanya juga tempat wisata. Kalau mau murah dan hemat ya bawa sendiri bekal dari rumah.
Oh iya, kalau kalian beruntung saat mengunjungi tempat ini kalian bisa bertemu dengan kera ekor panjang warna hitam yang sedang bergelantungan dan berloncat ria dari satu pohon ke pohon lainnya. Berhubung saya beruntung, jadi saya bisa melihatnya secara langsung dengan jelas walaupun tidak saya abadikan dalam bentuk foto. Wish you luck....
Segini dulu ya cerita yang saya bagikan tentang Curug Lawe. Buat kalian yang punya cerita lebih seru atau fakta-fakta baru tentang tempat ini, boleh banget share ceritanya. Saya tunggu ya :) Bye...

Pernikahan Beda Gereja

                  Menikah bukanlah impian bagi semua orang. Tapi bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah ...