Menjadi anak perantauan itu tidak gampang. Harus kuat dan tahan banting. Harus mandiri. Harus bisa memeluk diri sendiri kalau kata mbak Elisabeth Murni si blogger kece ranselhitam.com.
Empat tahun kuliah di Salatiga, menjadi anak mandiri yang jauh dari pengawasan orangtua, tidak membuat saya bringas atau sak geleme dewe. Tapi justru saya dituntut untuk bisa mengatur waktu dan jadwal saya sehari-hari. Antara kuliah, main sama teman-teman, dan quality time sama pacar.
Minggu, 13 November 2016
Sudah 1 tahun yang lalu acara Donor Darah dan Buku di Mawar Camp, Gunung Ungaran Kab. Semarang berlalu. Ya, tepat 1 tahun yang lalu juga, saya dirawat di RST Dr. Asmir Salatiga selama kurang lebih 1 minggu. Sabtu, 12 November 2016 adalah hari yang paling melegakan buat saya dan teman-teman satu team karena PPL (Program Praktek Lapangan) yang harus kami jalani sebagai syarat mendapatkan gelar Sarjana Gizi sudah selesai.
Betapa bahagianya hati ini, bebas lepas. Tidak perlu pusing lagi memikirkan laporan yang berlembar-lembar, tidak perlu buru-buru bangun subuh untuk siap-siap ke dapur rumah sakit tempat kami praktik. FYI saat itu saya dan teman-teman praktik di RSUD Ungaran, Kab. Semarang. Teman-teman saya memutuskan untuk kost saja di Ungaran, hanya saya yang memberanikan diri melaju motoran pulang pergi dari Salatiga ke Ungaran selama kurang lebih 3 bulan masa PPL.
Bukan apa-apa sih, saya hanya malas saja harus pindahan membawa beberapa baju dan keperluan selama PPL ke kost baru, terutama printer. Tanpa printer PPL saya akan kacau balau. Maka dari itu saya lebih memilih melaju dari pada harus ribet pindahan. Shift pagi dan shift siang saya jalani. Strong woman sekaleeee..!
(Back to cerita awal ya...)
Hari minggu tanggal 13 tahun 2016 pagi, saya memutuskan untuk pergi ke acara Donor Darah dan Buku di Base Camp Mawar, Ungaran. Selain itu juga saya mau meet up dengan teman saya asal Semarang yang sudah lama tidak berjumpa. Awalnya saya mau berangkat dengan kekasih saya, tapi dia ada kerjaan, jadi saya berangkat deh dengan teman kekasih saya mas Slamet Riyadi. Kita motoran masing-masing, karena motor saya dan mas Slam sama-sama sudah tua jadi gak mungkin kuat untuk boncengan hahahaha.
Sesampainya di Base Camp Mawar, saya langsung menemui teman saya mas Sengkrek founder Amuija Outdoor Semarang. Saya ngobrol dengan mas Sengkrek dan bertemu dengan teman lainnya juga dari komunitas Mawar Camp Rock N Roll Semarang. Mas Slam sudah jalan-jalan sendiri, katanya beliau mau liputan tentang sesuatu yang ada di Ungaran, tepatnya saya lupa tentang apa.
Tanpa menunggu waktu lama, saya langsung daftar untuk donor darah. Tekanan darah saya normal, saya sangat sehat dan sangat bahagia. Setelah saya donor darah, saya langsung jalan-jalan ke area Base Camp. Lari sana-sini. Sampai mas Sengkrek bilang "May, mbok kamu itu duduk anteng. Habis donor darah kok malah lari-lari". Saya menanggapi peringatan mas Sengkrek dengan tertawa saja. Setelah puas bercengkrama dan foto-foto disana bersama mas Sengkrek dan mas Slam, saya dan mas Slam memutuskan untuk pulang. Sudah mau hujan dan mendung banget.
Senin, 14 November 2017.
Pukul 03.00 dini hari, saya merasa ada yang tidak beres dengan tubuh saya. Mata saya panas, napas saya panas, dan saya merasakan pusing yang teramat sangat. Ah.. Damn! Saya demam. Saya pikir, mungkin karena terlalu lelah dan kurang istirahat. Setelah selesai PPL langsung donor darah di gunung. Saya tidak bisa tidur lagi, rasanya gak enak banget badan ini.
Pukul 07.00 pagi, ada pesan masuk di group BBM PPL Ungaran 2016, bahwa saya dan teman-teman harus ke rumah sakit untuk mengambil laporan PPL kami. Panas badan saya belum juga hilang malah semakin menjadi. Berangkatlah saya dan teman-teman, motoran. Saya tidak bilang jika saya sedang demam. Karena saya pikir, ini hanya demam biasa. Sesampainya di RS saya hanya duduk lemas diluar dan tidak ikut masuk kantor. Saya pikir "wah, sepertinya nambah parah ini demamku. Buat melek saja sudah ndak kuat". Akhirnya beres sudah urusan di rumah sakit lalu kami pulang.
Sesampainya di kost, berharap ada teman di kost ternyata kost lagi sepi dan ibu kost juga pergi. Maksud saya, bisa minta tolong untuk antar saya ke RST Dr. Asmir, tetapi Ternyata tidak bisa. Begitu masuk kamar, belum sempat sampai kasur saya sudah ambruk di lantai. Sempat merem beberapa menit dan saya merasa sudah tidak mampu lagi untuk membuka mata. Tapi disisi lain saya harus ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Lagi-lagi saya motoran sendiri, mau tidak mau, bisa tidak bisa, harus.
Sampai di RST saya diperiksa oleh dokter dan diagnosa awal saya mengidap Vertigo. Teman-teman pembaca bisa search sendiri apa itu Vertigo. Akhirnya dokter memutuskan untuk opname dan check laboratorium darah. Hari ketiga di RST hasil laboratorium keluar dan ternyata saya positif Vertigo dan Typhus.
Dua penyakit ini, sukses membuat berat badan saya turun 13 kilo. Awal masuk RST berat badan saya 55 kilo, keluar RST berat badan saya tinggal 42 kilo. Selain itu selama dirawat saya mendapat diet rendah garam dan rendah lemak. Makanan rasanya hambar di lidah saya. Karena sempat tekanan darah saya tinggi, jadi saya sempat diberi diet rendah lemak dan garam.
Selama seminggu opname saya merenung, apa yang membuat saya bisa kena Vertigo dan Thypus? Ternyata, pola makan saya dan kebersihan makanan saya yang tidak saya jaga. Lalu, saya terlalu memforsir tubuh saya. Saya tahu tubuh saya sudah lelah, tapi saya menyangkalnya dan tetap beraktivitas seperti biasa bahkan sempat donor darah. Kurangnya oksigen yang masuk ke kepala saya dan saya kurang minum air putih yang menyebabkan saya merasakan pusing yang begitu hebat.
Makan tidak teratur karena terlalu asik dengan laporan. Makan sembarangan dan pedas. Saya pecinta makanan pedas. Nah, ini yang menyebabkan saya mengidap Thypus. Makan sembarangan, tidak teratur dan pedas. Ditambah saya tidak pernah olahraga selama saya PPL. Asupan oksigen untuk tubuh kurang dan makan sembarangan. Ya sudah, selamat..!
Dua penyakit ini sukses membuat saya kapok. Gak mau lagi ketemu sama dua penyakit ini atau penyakit lain. Sehat itu gampang dan mudah asal ada niat dan kesadaran kalau kita memang harus sehat. Kalau sudah terbaring lemah di rumah sakit, baru menyesal dan kapok. Ya, itu saya.
Buat teman-teman semua, jaga pola makan dan harus olahraga. Jaga kesehatanmu. Jangan makan sembarangan, bagi yang suka pedes tolong dikontrol dan jangan kalap. Kesehatanmu adalah masa depanmu. Belajar peka dan memahami kapasitas tubuhmu dan jangan ngeyel. Salam sehat dari saya.
Selasa, 14 November 2017
Ini Rinduku dan Ini Janjiku
Pada kenyataannya, rasa rindu yang kita miliki untuk orang yang kita cinta memang membuat kita sedikit gundah.
Pada kenyataannya laki-laki dan perempuan tidaklah jauh berbeda dalam hal menyikapi rasa rindu untuk orang yang dicintai.
Hanya saja, laki-laki berusaha untuk lebih menggunakan logikanya ketimbang perasaannya.
Berbeda dengan kebanyakan wanita pada umumnya, yang lebih mengutamakan perasaan.
Tetapi jika kamu benar-benar tahu, laki-laki juga merasakan gundah ketika sedang merindukan wanita yang dia cinta.
Percayalah, sekuat apapun, sesangar apapun laki-lakimu, jika dihadapkan pada rasa rindu yang amat sangat, mereka juga bisa galau. Berharap untuk cepat bertemu dan memeluk hangat tubuhmu.
Mungkin sulit baginya untuk berkata "aku kangen kamu.. Aku rindu kamu". Tapi, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ada sejuta kata yang ingin dia ucapkan namun sulit untuk diungkapkan.
Satu hal yang harus kamu tau,
Ketika dia atau kamu paham apa yang kamu mau dan kamu rasa, secara fisik kamu dan dia jauh. Tapi, pada kenyataannya hatimu dan hatinya sangat dekat. Seperti hembusan nafas dan detak jantung yang selalu bersama.
Doakanlah dia,
Dia yang sedang berjuang untukmu, karena kamu adalah masa depannya.
Tuhan akan mempertemukan,
Apa yang semestinya harus Dia pertemukan.
Tuhan akan mempersatukan,
Apa yang semestinya dipersatukan.
Sejauh apapun kakimu dan kakiku melangkah, kita akan sama-sama saling kembali untuk bertemu dan bersatu selamanya.
Pada kenyataannya laki-laki dan perempuan tidaklah jauh berbeda dalam hal menyikapi rasa rindu untuk orang yang dicintai.
Hanya saja, laki-laki berusaha untuk lebih menggunakan logikanya ketimbang perasaannya.
Berbeda dengan kebanyakan wanita pada umumnya, yang lebih mengutamakan perasaan.
Tetapi jika kamu benar-benar tahu, laki-laki juga merasakan gundah ketika sedang merindukan wanita yang dia cinta.
Percayalah, sekuat apapun, sesangar apapun laki-lakimu, jika dihadapkan pada rasa rindu yang amat sangat, mereka juga bisa galau. Berharap untuk cepat bertemu dan memeluk hangat tubuhmu.
Mungkin sulit baginya untuk berkata "aku kangen kamu.. Aku rindu kamu". Tapi, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ada sejuta kata yang ingin dia ucapkan namun sulit untuk diungkapkan.
Satu hal yang harus kamu tau,
Ketika dia atau kamu paham apa yang kamu mau dan kamu rasa, secara fisik kamu dan dia jauh. Tapi, pada kenyataannya hatimu dan hatinya sangat dekat. Seperti hembusan nafas dan detak jantung yang selalu bersama.
Doakanlah dia,
Dia yang sedang berjuang untukmu, karena kamu adalah masa depannya.
Tuhan akan mempertemukan,
Apa yang semestinya harus Dia pertemukan.
Tuhan akan mempersatukan,
Apa yang semestinya dipersatukan.
Sejauh apapun kakimu dan kakiku melangkah, kita akan sama-sama saling kembali untuk bertemu dan bersatu selamanya.
Kamis, 30 Maret 2017
Tuhanmu adalah penyembuh lukamu
Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit, merasakan kecewa, merasakan hancur hidupnya, merasakan hancur hatinya, dan tak jarang banyak manusia yang berpikir bahwa hidupnya di dunia adalah kesia-siaan.
Kita pernah menyakiti seseorang atau bahkan banyak orang dan kita juga pernah disakiti oleh seseorang atau bahkan banyak orang.
Menjadi pembalas dendam mungkin akan memberikan kepuasan tersendiri bagi hati yang terluka, kesenangan sesaat.
Ketika keadaan disekitar kita mengecewakan kita, ketika yang terjadi tidak seperti apa yang kita harapkan, ketika semuanya berubah disaat semuanya kita rasa baik-baik saja.
Satu hal yang harus diingat, Tuhanmu adalah tempat kamu kembali, Tuhanmu adalah tempat dimana kamu bisa mereparasi hidup dan hatimu yang hancur.
Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, itu semua atas seizin Tuhan.
Tanyakan dalam doa'mu, apa maksud dari setiap pengalaman hidup yang kamu alami?
Maafkanlah dia atau mereka yang sudah menyakitimu dan maafkanlah dirimu sendiri yang sudah berlaku jahat kepada orang lain.
Semua hal dalam hidup kita sudah ada yang mengatur dan merancang. Tuhan adalah perancang kehidupan terbaik bagi setiap manusia.
Temuilah Tuhanmu dalam doa, dalam sujudmu, dalam tangisanmu.
s'bab Tuhanmu adalah penyembuh dari setiap lukamu
God Bless :)
Senin, 22 Agustus 2016
Akulah Lelakimu
Sewaktu
aku kecil, aku selalu merengek dan menangis jika ayahku mau pergi. Entah itu
pergi karena tugas diluar kota, pergi karena piket, pergi karena dinas, atau
bahkan karena hal sepele yaitu pergi keluar bersama teman-temannya yang
waktunya pun tidak lama hanya beberapa jam saja. Aku masih sangat ingat sekali,
setiap ayahku sudah berpakaian rapi mau berangkat kerja aku yang masih berumur
2 tahun selalu menangis dan berkata "bapak gak boleh pelgi, bapak dilumah
aja nemenin aku liyat belbi, nemenin aku bobok" dan masih banyak alasan
lainnya yang aku ucapkan untuk menghentikan niat ayahku yang mau pergi kerja.
Yang ada dipikiranku saat itu adalah kalau ayahku sudah keluar rumah dengan
pakaiannya yang rapi pasti pulang kerumahnya lama. Bisa dua hari pergi atau
bahkan seminggu baru pulang. Aku memang sangat dekat dengan ayahku. Padahal aku
ini anak perempuannya yang bisa dibilang paling nakal dari empat saudaraku yang
lainnya. Aku ini yang paling susah diomongi, paling sering kena marah, paling
sering membantah, paling sering melawan, paling sering menuntut, paling sering
memaksa, dan yang terakhir paling lama nangis atau bisa dibilang yang paling
kuat lama nangisnya ketika kemauanku kadang tidak dituruti. Ibu? Ya aku dekat
juga dengan ibu, tapi tidak sedekat aku dengan ayahku. Kalau ibu itu pelit,
minta ini gak boleh itu gak boleh, pun kalau boleh harus benar-benar jelas
alasannya kenapa mau dibelikan barang itu. Ah ribeet! Tapi kalau ayah tanpa
harus menjelaskan panjang lebar, beliau langsung membelikannya untukku. Selain
itu juga ayah jarang sekali marah-marah, bahkan hampir tidak pernah. Kalau aku
melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, beliau
mempunyai cara tersendiri untuk memarahiku yaitu dengan cara berbicara padaku
secara empat mata sebagai ayah dan anak. Cara ayah memarahiku sungguh membuat
aku menyesal dan bahkan sampai aku menangis. Padahal beliau tidak memukul,
tidak berkata kasar, tidak memaki, tapi beliau memberitahuku bahwa apa yang aku
perbuat itu salah dengan caranya yang lembut dengan bahasanya yang mudah aku
pahami ya layaknya bapak berbicara dengan anak usia 2 tahun. Itulah ayahku. Ah,
aku masih sangat ingat apa yang telah aku perbuat saat itu terhadap ayahku
ketika beliau mau berangkat kerja.
Sekarang
sifat jelekku itu datang lagi diusiaku yang sudah bukan anak kecil lagi, sudah
21 tahun. Kalau sewaktu aku kecil aku merengek dan menangis kepada ayahku,
sekarang aku merengek dan menangis kepada pacarku. Ya, aku merengek dan
menangis ketika pacarku mau pergi dinas di luar kota salatiga. Tapi, sifat
jelekku ini baru saja datang lagi. Ini kali pertama aku benar-benar merengek
dan menangis ketika pacarku mau pergi dinas di luar kota. Padahal biasanya aku
ditinggal kerja di luar kota sampai seminggu bahkan lebih ya biasa saja. Tidak
ada acara merengek dan menangis bahkan tidak pernah ada kata "gak usah
pergi sih mas atau jangan pergi sih mas" selama aku berpacaran dengannya
dan ketika dia mau pergi dinas di luar kota. Malah justru aku mendukungnya, menyemangati,
memberikan doa yang terbaik, perlengkapan nya aku siapkan seperti baju,
mengingatkannya untuk mengecek lagi barang-barang apa yang mau dibawa untuk di
list kembali, dan yang peling penting adalah aku selalu bilang "baik-baik
disana, jaga kesehatan, mas pulang dari sana dalam keadaan sehat dan utuh itu
udah lebih dari oleh-oleh". Tapi kali ini entah mengapa aku begitu
cengengnya sampai tidak membolehkannya pergi kerja. Aku memeluknya dan aku
menangis. Pacarku smapai heran, apa yang terjadi denganku? Ada apa denganku? Bukannya
mendukung, menyemangati kok malah nangis. Aku juga tidak tahu kenapa. What's
wrong with me? Hingga akhirnya penjelasan sedikit demi sedikit dari pacarku
diutarakan kepadaku.
"may,
kalau sikapmu seperti ini malah jadi beban buat aku. Aku itu kerja di luar kota
bukan pergi tidak ada tujuan bukan pergi gak jelas arah. Aku diberi tugas untuk
kerja di luar kota itu artinya aku diberi kepercayaan bahwa aku mampu
mengerjakan dan menyelesaikan tugas itu. Banyak yang mau untuk kerja dinas di
luar kota karena ya bisa sekalian refreshing keluar dari kantor selain itu juga
bayaran pasti bertambah naik level, tapi ya itu sedikit kesempatannya. Nah kamu
berarti harusnya bersyukur dan beruntung, kalau pacarmu ini diberi kepercayaan
dan dianggap mampu untuk menjalankan tanggung jawabnya itu. Harusnya kamu
mendukung. Bukan hanya mendukung tapi menuntut. Tuntut aku biar aku semakin
giat kerjanya, semakin semangat kerjanya untuk cari rezeki cari uang. Kamu
sebagai pacar harus menuntut lelakimu ini supaya lebih dan lebih lagi. Kalau aku ndak kerja, mau beli beras
pakai apa? Kalau aku gak kerja, gimana caranya aku bisa buat kamu bahagia?
Katanya mau ganti sepedah yang lebih bagus yang mahal? Katanya mau ganti kamera
yang lebih joss? Kamu minta apa saja aku kasih selagi aku mampu dan bisa untuk
mewujudkannya dan aku akan berusaha untuk mewujudkan apa yang kamu mau. Mas
cuma minta may buat dukung mas, kasih semangat ke mas. Tuntut mas untuk cari
uang yang lebih banyak lagi, kalau mas sukses kan yang bahagia gak cuma mas
sendiri tapi juga kamu. Jangan nangis lagi, tangismu itu jadi beban buat mas.
Mas malah gak bisa fokus kerja kalau may sikapnya seperti ini. Ini semua mas
lakuin karena ini memang kerjaan mas dan tanggung jawab mas yang harus mas
kerjakan dan selesaikan dan juga karena kamu may. Mas sayang banget sama kamu,
mas gak mau lihat kamu gak bahagia. Mas cuma mau ketika kamu minta sesuatu mas
bisa mewujudkan itu dan mas selalu ada untuk kamu. Ini juga buat masa depan
kita sayang. Doakan saja yang tebaik untuk mas, supaya pekerjaan mas lancar,
mas bisa menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab mas, mas sehat, mas bisa
pulang bawa rezeki yang melimpah" dan diakhir ungkapannya dia bilang
dengan tertawa "apa sih yang gak buat maymunahku, semua tak kasih. Sebelum
may minta mas kasih. Opo wae wes, tapi aku gak bakal ngasih beban pikiran dan
beban hidupku ke may, bisa mumet nanti may".
Ya tuhan,
betapa durhakanya aku sebagai anak terhadap ayahku sewaktu aku kecil dan betapa
menjengkelkannya aku sebagai pacar saat ini yang merengek dan menangis menahan
dua lelaki hebat ini pergi kerja yang tujuannya untuk membahagiakanku. Berarti
rasa beban lah yang dirasakan oleh ayahku ketika aku merengek dan menangisinya
kalau beliau mau pergi kerja, tapi beliau tidak memberitahuku. Mungkin dengan
maksud agar aku tahu sendiri. Apa yang sudah aku lakukan tuhan? Aku menyesal
sekali. Tapi ada baiknya juga sifat semasa aku kecil yang penuntut itu aku
terapkan saat ini kepada pacarku. Tentu saja menuntut dalam hal positif dan
masuk akal, realistis lah. Ya tuhan, terimakasih sudah menyadarkan aku lewat
kejadian ini. Sekarang aku bener-bener sadar dan paham kalau yang dibutuhkan
hanyalah semangat, doa, dan tuntutan. Jaga kekasihku tuhan, jaga juga ayahku.
Mereka adalah orang-orang hebat yang sangat menyayangi aku. Mereka adalah
orang-orang yang mau bertepuk tangan dipinggir lapangan. Mereka luar biasa baik
dan tulus. Mas, terimakasih untuk pengertian yang mas beri untukku. Terimakasih
sudah dengan sabar menjelaskan secara gamblang berbicara dengan lembut kepadaku
tidak dengan marah-marah atau memukul, ya seperti ayah. May sayang mas dhanang.
Jumat, 19 Agustus 2016
Jatuh C.I.N.T.A (lagi)......
Aku tidak
pernah tahu apa yang membuat aku bisa suka lalu jatuh cinta kepadanya. Aku
tidak pernah tahu mengapa aku bisa menyayanginya. Sampai sekarang aku tidak
pernah punya alasan mengapa aku bisa menjatuhkan pilihanku padanya. Jika saja
ada yang bertanya mengapa aku bisa menjalin hubungan dengannya, lelaki yang
jarak umurnya lumayan jauh denganku, lelaki yang sebelumnya tidak pernah aku
kenal, lelaki yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan, lelaki yang
sebelumnya hanya aku tahu lewat sosial media itupun aku tahu karena dia
berteman dengan salah satu teman sosial mediaku juga, lelaki yang tidak pernah
aku perbincangkan dengan teman-temanku dan tuhan? Aku akan menjawab, aku tidak
punya alasan mengapa aku bisa jatuh cinta dan menjalin hubungan dengannya. Aneh,
diluar dugaan, tidak disangka-sangka, dan berjalan dengan begitu lancarnya.
Dari perkenalan yang singkat yang dimulai lewat obrolan waktu itu dan sampai
saat ini obrolan itu masih berlanjut dengan status kita sudah berpacaran. Dia
itu orangnya cuek, gak pedulian, dingin, dan ah ya ini aku terserah orang mau
bilang apa. Itulah penilaianku terhadapnya saat aku belum tahu benar bagaimana
sebenarnya sifat aslinya. Penasaran sih awalnya, saat aku lihat nama sosial
medianya yang muncul dikronologiku karena namanya yang ditandai di salah satu
foto teman yang berteman denganku di sosial media juga. Begitu aku klik aku
lihat foto profilnya, anak kecil. Jujur, aku langsung berpikir oh sudah punya
anak to, oh fotografer ternyata, oh terkenal ternyata. Ya sudah, begitu aku
lihat foto profil sosial medianya itu aku tidak mencari tahu lebih dalam lagi
tentangnya. Berlalu begitu saja dan pada saat itu aku sedang tidak berhubungan
dengan siapa-siapa alias jomblo. Banyak sih yang nawarin diri untuk jadi
pacarku hahaha tapi aku gak mau. Bukannya sombong, tapi entah mengapa saat itu
aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Mungkin aku
ingin mengobati luka hatiku dulu dengan menyendiri. Ya, aku pernah jatuh cinta
dan menjalin hubungan dengan seseorang cukup lama. Tapi takdir berkata lain.
Rasanya hancur, sakit, tapi tidak berdarah. Ah ya sudah lah ya..itu adalah
pelajaran hidup yang amat sangat keras untukku. Move on.. Aku sudah ikhlas
bahkan aku sudah sangat ikhlas, hingga hati dan hidupku saat ini kembali normal
seperti sedia kala. Balik lagi deh ya, by the way aku tahu nama salah satu
sosial media lelaki yang saat ini menjadi kekasihku itu sejak pertengahan tahun
2014. Hingga pada tahun 2015....sesuatu terjadi.
Waktu itu
ditahun 2015 tempatku berkuliah mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di
salah satu daerah di salatiga. Aku diajak pertamakali untuk bergabung dengan
kegiatan ini oleh salah satu dosen di tempatku berkuliah dan dosen itu juga
adalah temannya (lelaki yang saat ini menjadi kekasihku). Aku baru tahu kalau
ternyata dia ini dosen juga di tempatku berkuliah. Aku baru tahu setelah aku
ikut kegiatan pengabdian masyarakat waktu itu. Sebelum kegiatan ini berlangsung
aku bersama tim mengadakan simulasi kegiatan
di kampus. Dari situ aku baru tahu kalau dia ini ternyata dosen. Setelah
berbincang-bincang apa saja yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan ini, kami
semua berangkat menuju tempat dimana kegiatan ini akan berlangsung. Meninjau
tempatnya secara langsung. Aku sama sekali tidak tahu sejarah dibalik tempat
yang akan kami layani. Saat itu aku sedang diam menikmati suasana dan sedikit
berjalan-jalan mengelilingi tempat itu. Ketika aku sedang bengong dengan posisi
berdiri di tempat itu ada lelaki yang menghampiriku lalu dengan tanpa basa-basi
dia mengajakku ngobrol menceritakan sejarah berdirinya tempat yang akan kita
layani saat itu. Berhubung aku ini orangnya friendly jadi ya nyambung aja gitu
pas diajak dia ngobrol. Aku menanggapi obrolan kami pada saat itu dengan
menganggukkan kepala dan bertanya-tanya lebih lagi tentang tempat itu. Ternyata
dia memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mencetak sejarah bagi tempat
itu. Ternyata yang lain lagi dia tidak seperti penilaianku sebelumnya, dia
ternyata awesome. Singkat cerita, akhirnya kami melanjutkan obrolan kami hingga
pindah tempat yang lebih iyup atau rindang. Karena kami pada saat itu ngobrol
di tempat yang terbuka dan gak kerasa kalau matahari siang itu menyengat.
Setelah kami mensurvei tempat kegiatan, kami langsung kembali ke kampus kami untuk
mendata apa-apa saja yang diperlukan. Aku mendata bagianku yaitu barang-barang
yang akan aku gunakan untuk penyuluhan karena aku kebagian tugas melakukan
penyuluhan ke anak-anak sd mulai dari kelas 1-6. By the way aku melakukan
penyuluhan itu sebagai seorang nutritionist ya bisa dibilang ahli gizi lah ya.
Ciee.... Karena ini berhubungan dengan konsentrasi ilmu yang sedang aku ambil
yaitu ilmu gizi. Sore itu, sebenarnya aku diajak untuk mensurvei kembali tempat
yang akan kita layani. Tapi berhubung badanku sudah capek banget jadi ya aku
gak ikut dan langsung balik ke kost.
Pas sampai
dikost gak lama hp ku bunyi. Pas aku lihat ternyata ada undangan pertemanan di
bbm dari dia. Aku sempat curiga sih, ada apa kok dia pakai acara invite pin bbm
ku segala. Aku sih berpikirnya oh mungkin ada yang penting. Ya mungkin ini yang
dinamakan modus hahaha. Setelah aku terima invitannya dia langsung bbm aku
dengan kalimat "saya disuruh kris menanyakan barang-barang apa saja yang
mau dibawa besok biar sekalian saya bawa pakai mobil sekarang makannya saya
invite bbm mu". Hahahaha saya tertawa saat itu dikamar. Pikir deh, orang
mas kris saja berteman denganku di bbm kan bisa mas kris bbm langsung ke aku.
Ngapain pakai nyuruh si mas modus ini hahahahaha tapi itu tidak aku persoalkan.
Ya sudah to aku balas saja bbm nya. Eh ternyata dari bbm'an itu kami semakin
dekat satu sama lain dan semakin dekat lagi setelah kegiatan pengabdian
masyarakat itu selesai dengan sangat baik. Hingga suatu hari dia mau pergi ke
rs jenguk temennya, tapi dia gak ada yang nemenin. Ya sudah lah akhirnya aku
menawarkan diri untuk menemaninya pergi ke rs waktu itu. Kami jalan dari jetis
ke kampus buat cegat angkot menuju rs dkt. Nah disitulah semuanya terkuak. Itu
momen yang gak pernah aku lupain, dimana dia genggam tanganku untuk pertama
kalinya waktu mau nyebrang. Sumpah, rasanya deg-deg-deg-deg-deg hahahaaha
keringet dingin. Malam sampai kost dia langsung bbm dan bilang ya mengungkapkan
perasaannya cieeeee hahahaha. Bukan nembak atau bertanya kamu mau gak jadi
pacarku. Bukaaan, bukan itu. Tapi dia lebih mengutarakan perasaannya kalau dia
nyaman sama aku, dia yakin kalau pilihannya terhadapku adalah tepat, dia
nyambung sama aku, dan bla..bla..bla.. Intinya adalah dia suka sama aku dan
jatuh cinta padaku. Mau tahu balesanku apa? Aku bingung mau bales apa waktu
itu. Jujur, aku nangis aku terharu. Aku nangis karena ternyata aku bisa jatuh
cinta (lagi) dan yang bikin aku nangis adalah tuhan begitu baik karena
mendekatkan aku pada lelaki yang sangat luar biasa tampan, tidak hanya tampan
secara fisik, tapi juga tampan secara sikap, kelakuan, tutur kata dan
kepribadian. Waktu itu aku cuma balas " iya mas, akupun merasakan hal yang
sama. Mudah-mudahan hubungan ini berjalan langgeng ya". Ternyata tuhan memang
memberkati hubungan kami dan sampai sekarang hubungan kami masih berlanjut
sampai detik ini bahkan sampai nanti.
Mungkin ini
yang dinamakan jatuh cinta (lagi). Sampai sekarang mulai yang panggilnya pak
hingga berubah jadi sayang. Itulah yang namanya cinta gak ada yang tahu kapan
datangnya. Kami semakin dekat, semakin akrab, semakin cerewet satu sama lain,
semakin banyak hal-hal yang kami ceritakan mulai dari hal yang gak penting
hingga hal yang penting dan sangat penting. Mulai dari cerita tentang diri
sendiri, teman, sahabat hingga keluarga. Mulai yang dari awalnya malu-malu
sekarang malah malu-malu'in. Cinta yang sesungguhnya akan datang tanpa perlu
kita rencanakan. Terimakasih Dhanang Puspita kekasihku untuk semua cinta dan semua kasih
sayang yang kamu berikan untukku. Aku sangat beruntung dan diberkati memiliki
kekasih yang luar biasa tampan sepertimu. Tuhan selalu dan selalu memberkati
hubungan ini hingga impian-impian kita terwujud yaitu berlabuh pada janji suci
pernikahan yang kudus.
Masa lalumu
adalah sepenuhnya milikmu, pun masa laluku adalah sepenuhnya milikku. Tapi masa
depan adalah sepenuhnya milik kita.
Selasa, 14 Juni 2016
Kota Lama baginya..bagiku Kota Baru. Kerena...
Ada kalanya kita harus keluar dari kurungan tembok beratapkan genteng untuk melihat dunia luar yang katanya orang-orang menakutkan. Mencoba hal-hal baru apa salahnya, selagi tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Merasakan dinginnya udara malam, panasnya matahari, dan lengketnya keringat serta bau badan sendiri semua itu adalah perpaduan yang pas bagi seseorang yang menyukai jalan kaki. Ternyata kaki ini sudah lama tidak beranjak keluar dari zona nyaman dan beralih menginjak zona bahaya. Dimana letak bahaya-nya? bahaya ketika perut sudah lapar, kaki pegal-pegal tapi tempat makan masih jauh disana..mana ini bulan puasa lagi. Ya sudah, nikmati saja.. :)
Tanggal 12 Juni 2016 saya bersama teman saya (read: teman hidup) pergi menuju kota yang sangat terkenal dengan Lunpia nya. Hiyaaak..benar sekali! Kota Semarang. Kami berangkat dari Kauman, Salatiga pukul 11.45 waktu Kauman dan sekitarnya dengan menaiki bus arah Mangkang. Tentu saja kami tidak langsung mendapatkan bus, tapi kami sudah menunggu bus jurusan Mangkang dari pukul 10.45 dan baru mendapatkan bus pukul 11.45. Satu jam berdiri rasanya..biasa saja... (padahal....). Akhirnya kami sampai di Kebun Binatang Mangkang, lebih tepatnya di Semarang bagian barat yang barat banget pokoknya. Kami sampai disana pukul 13.00 waktu mangkang dan sekitarnya. Kami langsung menuju tempat pembelian karcis (5000rb hari libur ataupun biasa) dan langsung masuk kesana untuk melakukan ritual wajib kami dan kami sangat menikmati kseruan siang itu. Bagaimana tidak bahagia saat kami dipertemukan dengan saudara kami yang sangat jauh dan sudah sangat tua ha..ha..ha..
| samidi lagi dikurung... |
Perjalanan tidak hanya berhenti sampai di kebun binatang, kami langsung bergeser ke tempat sebelah yang tidak kalah hits dan seru. Kami berangkat dengan menaiki bus jurusan johar. Kami pikir dari mangkang menuju johar hanya membutuhkan kocek sebesar 10rb lah ya..ternyata 20rb. sudah naik atau sengaja dimahalin? ah gak papa lah, bulan puasa buat amal. Ternyata jarak yang ditempuh cukup jauh kalau menurut saya, tapi mungkin karena teman hidup saya ini sudah biasa bolak-balik rute yang kami lewati jadi ya dekat-dekat saja. Di bus, pacar saya tanya "laper ya? nanti makan di Johar saja ya. mau makan apa yang?", "makan apa aja lah mas, yang penting nasi", jawab saya. "weh..weh..orang Indonesia kalau ndak makan nasi ndak makan ya.." katanya dan kami pun tertawa. "eh di Johar situ, ada lunpia enak banget loh yang. mau nyoba?" katanya menawarkan, "ah pokoknya nasi mas, makan nasi dulu, coba yang lainnya nanti aja" jawabku. Sesampainya di Johar tepat didepan tenda yang jual lunpia, pacar saya menawarkan lagi "nah itu lunpia nya, mau coba ndak?" lalu dengan cepat saya menjawab "ayook". Ealah may..may..tadi bilang kudu makan nasi sekarang ayook. Ini kali pertama saya makan lunpia dan saya menyesal karena rasanya GAK ENAK tapi UENAK BUANGET. Saya dengan lahapnya menyantap 1 porsi lumpia dan sudah tidak terpikir untuk memotretnya dan mengunggahnya ke IG selain karena penasaran dengan rasanya dan lapar akut. Untung pacar saya sempat memoto dan mengabadikan lunpia nya...hehehe aku minta fotonya ya mas..
![]() |
| Lunpia1 porsi 10rb saja.... |
| Salah satu bangunan tua kota lama "Kantor Pos" |
| Plang penunjuk arah |
| sok candid may..may.. |
Setelah puas mengabadikan bangunan-bangunan unik yang ada di kawasan tersebut, kami langsung melangkah lagi menuju sebuah tempat yang menjadi ikonnya kota Semarang. Hayo..siapa yang belum tahu? jangan bilang kalo pada belum tau tempat apa itu? Mosok belum tahu sih? Saya saja baru tahu 2 hari yang lalu loh ha..ha..ha. Sebuah bangunan Gereja besar bercat putih nan megah, gereja ini yang jadi ikon kota Semarang. Tepat disamping Gereja ada sebuah taman yang bersih dan sejuk.
| Taman Sri Gunting |
| G P I B Immanuel |
Setelah beberapa menit menikmati tempat tersebut dan menikmati kebersamaan kita sebagai sepasang pejalan kaki :D kami langsung melangkahkan kaki kami menuju toko tempat penjualan barang-barang antik jaman doloe. Tidak hanya patung-patung natik yang dijual, tapi alat pembayaran jaman doloe juga dijual. Kami mengunjungi satu per satu toko yang letaknya tidak jauh dari taman Sri Gunting, melihat-lihat koleksi toko-toko tersebut dan mengabadikannya.
| ayo..dipilih..dipilih..cekrek! |
| yang baju merah jangan sampai lepas... :D |
Hari semakin sore dan langitpun semakin gelap. Kami harus segera bersiap-siap untuk pulang ke Salatiga sebelum kepagian :D karena hari senin masuk sekolah. Sebelum pulang ke Salatiga, pacar saya mengajak saya ke suatu tempat yang saya pun belum pernah mengunjunginya. Ah..dusun sekali saya ini. Tempat-tempat hits seperti ini saja tidak tahu ha..ha..ha. Tidak apa-apa, lebih baik baru tahu sekarang dari pada tidak tahu sama sekali. Nama tempatnya adalah Polder Tawang. Tawang? hiyaak! Tawang namanya, karena letak poldernya di daerah Tawang atau lebih tepatnya di samping stasiun kereta Tawang. Kami akhirnya duduk-duduk disitu sembari menunggu adzan magrib untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Salatiga tentunya dengan menyegat bus terlebih dahulu :D
Terimakasih untuk waktu yang sudah diluangkan demi menemani dan mengajak saya yang ndusun ini jalan-jalan :D jangan kapok ya mas. Menjadi seorang traveller sejati itu tidak mudah, dan tidak se-enak yang dibayangkan. Harus cepat jalannya, harus tau waktu. Belum lagi kalau ketinggalan bus, sudah menunggu 5 jam melengos sedikit eh bablas deh bus nya, alhasil harus menunggu lagi 5 jam huhuhu. itu baru sebagian kecil saja, belum yang lain-lain. Intinya kalau kamu memang traveller sejati, ya harus tepat waktu dan bisa menikmati setiap perjalan yang ada. panas, dingin, gerah, keringatan, sumuk, debu..ya itu semua berkat yang patut kamu dapatkan sebagai seorang traveller. Dua lagi yang paling penting TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN dan TIDAK MERUSAK APAPUN YANG KAMU JUMPAI CUKUP MEMOTRET DAN MENGABADIKANNYA SAJA.
Semoga bermanfaat ya..
Sabtu, 14 Mei 2016
Merbabu Dikala Itu
Belum lama saya menginjakkan kaki di Gunung Merbabu
sekitar 6 bulan yang lalu tahun 2015, sekarang saya kembali lagi karena
kerinduan saya akan tempat ini. Tanggal 30 April 2016 saya bersama 3 teman
lainnya berangkat menuju Cuntel, yaitu salah satu jalur pendakian merbabu di
Salatiga. Saya dan teman-teman berangkat dari kost menuju Cuntel sekitar pukul
13.00 waktu kost dan sekitarnya. Puji Tuhan cuaca sangat cerah, jadi kami tidak
perlu takut untuk basah-basahan. Kost kami yang berada di daerah Kauman
Salatiga cukup dekat jika menggunakan sepeda motor ke Cuntel, biar bisa salip
wuus..wuuss.
Kami sampai di Cuntel sekitar pukul 14.30 waktu cuntel
dan sekitarnya. Sesampainya di Base Camp Cuntel, kami langsung mengurus
registrasi masuk. Saat kami datang, yang ada di Base Camp hanya kami berempat
dan bapak penjaga Base Camp. Sepi dan hening. Kenyataannya memang iya, hanya kami berempat
yang pada saat itu naik. Kata bapak Base Camp ada yang diatas 2 orang, tapi
hari ini turun. Ya sudah, mau bagaimana lagi? Beras sudah menjadi bubur :D
akhirnya sekitar pukul 15.00 kami berangkat dari Base Camp dengan penuh
semangat. Oh iya, saya lupa mengenalkan teman-teman saya. Teman saya yang
pertama namanya Anatalia (tia) dia satu kost dengan saya, kedua namanya Amelda
(amel) kakak tingkat saya dikampus, lalu yang terakhir paling cantik sendiri
namanya Adrian (ian), dia satu-satunya laki-laki cantik diantara kami bertiga
:D
By the way, diantara kami berempat yang tasnya paling
besar dan bawaannya paling banyak adalah saya dan tia. Tas saya dengan
kapasitas 60L dan tas tia dengan kapasitas 40L. Tas yang saya bawa adalah tas
yang paling berat diantara tas-tas yang lain, kenapa? Soalnya saya bawa
perlengkapan lengkap mulai dari seperangkat alat masak, seperangkat tenda,
seperangkat sleeping bag, HT, seperangkat alat penerangan dan sperangkat bekal
serta camilan. Air? Oh ya jelas bawa, 2 botol ukuran 1,5L (air yang paling
pokok) J . belum sampai di pos bayangan 1, si tia
sudah tidak kuat alias tepar :D nangis? Haha gak terima nangis tapi juga muntah-muntah. Aku anggap itu wajar
karena ini pendakian dia yang pertama. Tubuh belajar menyesuaikan diri dengan
keadaan sekitar gunung. Akhirnya tas yang tia bawa saat itu, dipindah
punggungkan ke punggung kak amel Ha..Ha..Ha.. semangat kak amel J
| tia (berdiri), amel (duduk bawah), ian (duduk atas), dan saya |
| POS 2 bayangan |
| POS 2.. eh ada yg mendirikan tenda karena capek banget |
![]() |
| POS 3 pukul 18.30 waktu merbabu dan sekitarnya |
setelah kami beristirahat lumayan lama di pos 3, sambil makan crackers dan minum air mineral cukup banyak sembari geletakan dirumput luas pos 3 akhirnya kami siap jalan lagi menuju pos 4 (pemancar). jujur kami mulai lelah sangat saat itu dan tidak mau beranjak dari pos 3, terutama saya yang membawa tas paling berat dan saat mau berdiri pun sempoyongan :D tapi apa mau dikata, tepung beras sudah menjadi bubur sum-sum. kami harus terus melangkah agar sampai di pos 4 tidak larut malam. seperti yang sudah ditargetkan diawal, kami harus sampai di pos 4 sekitar pukul 19.30. mungkin sekitar 100 meter lagi kami sampai di pemancar, tapi saya sudah benar-benar tidak tahan dengan dengkul yang semakin lemas dan udara yang semakin menusuk tulang. saya lebih memilih mendaki pagi atau siang, karena kalau malam nafas saya tidak beraturan alias bengek karena harus menghirup udara yang sangat teramat dingin. akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak, entah itu di pos berapa tapi yang jelas jarak antara tempat kami duduk dengan pos pemancar sudah tidak terlalu jauh. Handphone saya bunyi menandakan pesan baru masuk, dalam hati saya berpikir wah ada signal.. begitu saya buka, ternyata itu pesan dari pacar saya yang isinya "jam 08.00 HT ON ya yang, udah sampai mana?" "waduh! saya belum sampai di pemancar lagi, bisa sampai dipemancar pukul berapa ini!" gerutu saya dalam hati. Begitu kami duduk dan membalikkan badan kami tidak bisa berkata apa-apa. Malam itu begitu sangat indah dan megah, ah betapa syahdunya. Dari tempat kami duduk, kami dapat melihat lukisan Tuhan yang maha besar dan maha indah, bintang-bintang berkelip-kelip dengan cantiknya, lampu-lampu rumah warga yang ada dibawah seolah-olah seperti kunang-kunang yang sedang membentuk deretan baris dan berdiam disatu tempat. Cahaya rembulan, bintang, dan pemandangan alam itulah yang membuat kami terpana dan mampu membangkitkan semangat kami lagi terutama saya yang sudah menghabiskan madu 2 bungkus. Kami harus melanjutkan perjalanan, waktu menunjukkan pukul 19.05 dan udara semakin dingin. senter yang kami bawapun sudah kami pegang masing-masing untuk menerangi perjalanan kami. tapi disaat kami sedang berjalan, senter kepala yang saya gunakan mati. Duh, bodohnya saya yang lupa mengganti baterainya. saya sudah malas menurunkan tas yang ada dipunggung saya untuk mengambil senter saya yang satunya, akhirnya tia meminjamkan senter nya kepada saya. Puji Tuhan, teman-teman saya yang lain tidak hanya membawa senter tapi juga senter powerbank :D kecil sekali. tapi apa boleh buat, itu cukup membantu menerangi jalan yang kami lalui.
sambil berjalan pelan-pelan, saya mulai menangis. hah? sampe nangis? ha...ha...ha iya saya nangis. "mana sih pos 4 nya, kok lama banget gak nyampe-nyampe", gerutu saya pada anak-anak. "bentar lagi may.." sahut tia. "lama banget ya, ini bener kan jalannya gak salah kan kak ian?" tanya saya dengan menangis sama kak ian yang pada saat itu memimpin perjalanan kami. "masih jauh! kalo aku bilang bentar lagi udah deket nanti kamunya malah gak semangat jalan. ayo buruan udah malam, jangan sampe kemalaman. udah laper, dingin." jawab kak ian sedikit tegas biar saya semakin semangat untuk jalan sedikit lebih cepat. Akhirnya kami tiba di pos 4 pemancar, pukul 20.00 waktu pemancar dan sekitarnya. saya tidak langsung mengambil HT tapi saya langsung membuka tas untuk mengeluarkan seperangkat tenda untuk segera didirikan. Udara semakin dingin, bahkan saya dan teman-teman saya sudah menggunakan sarung tangan dan kupluk tapi tetap saja dinginnya menusuk. kami harus cepat mendirikan tenda, karena sepertinya cuaca sedang tidak bersaudara saat itu alias mau hujan. sekitar 15 menit kami sudah selesai mendirikan tenda. oh iya, tips buat kalian yang mau mendirikan tenda jangan lupa untuk mengalasi bawah tenda kalian dengan mantel atau jas hujan yang bentuknya kelelawar atau yang lebar, supaya air dari tanah tidak merembes ke tenda dan supaya alas tenda untuk tidur kalian hangat. jadi susunannya adalah mantel, tenda yang sudah didirikan letakkan diatas mantel, baru alas tenda dalam dialasi sama matras.
saya langsung mengeluarkan perlengkapan memasak dan membuat minuman panas untuk kami berempat. saya melihat teman-teman saya sudah tidak tahan dengan dinginnya udara malam saat itu ditambah suasana sepi dan horor, karena hanya tenda kami berempat saja yang ada di pemancar saat itu. saya melihat tia sudah berada di sleeping bag berusaha menghangatkan badannya, dia terserang hipotermia. sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi, yang dia tunjukkan hanya menggigil. saat tenda kak amel dan kak ian sudah ditutup duluan pintunya, saya pun langsung mengemasi alat masak untuk dimasukkan kedalam tenda yang pada saat itu api trangia tidak saya matikan dengan maksud bisa membuat hangat tenda saya dan tia. saat saya mau memasukkan alat masak, tiba-tiba tia teriak kaget "Astaghfirullah...!" perasaan saya sudah tidak tenang memang saat itu, saya segera menutup pintu tenda rapat-rapat dan tetap mencoba untuk tenang. By the way, tia memang bisa melihat hal-hal yang berhubungan dengan makhluk tak kasat mata atau klenik kalau kata orang jawa. lapar bercampur takut, itulah yang kami rasakan. akhirnya kami memutuskan untuk masak mie instant malam itu sembari menghangatkan diri dan baru mencoba tidur.
| ditengah rasa lapar dan takut, kami mencoba tertawa |
malam itu saya dan tia sedikit lebih tenang, tatkala mendengar ada pendaki lain yang datang mendirikan tenda disebelah tenda kami sekitar pukul 23.30. tapi tetap saja saya tidak bisa tidur pulas, mata memang tertutup tapi saya tidak tidur. angin semakin kencang, tapi Puji Tuhan tenda yang kami gunakan hangat karena ada uap dan trangia yang apinya masih menyala. malam itu horor sekali. saya tidak bisa tidur karena saya mendengar bunyi gamelan dan wangi bunga melati. ternyata tia juga mencium wangi bunga itu. saya terus dan terus mengulang doa Salam Maria dan Bapa Kami, untuk mengusir rasa takut saya dan karena saya juga percaya kalau Tuhan Yesus melindungi kami yang ada di pemancar saat itu. entah kebetulan atau memang sudah ada yang mengatur, tenda pacar saya yang bawa saat itu ada tulisan dibagian pintu tenda yaitu tulisan dari sebagian bacaan Alkitab. kalo tidak salah dari Mazmur, inti dari bacaan itu adalah kamu gak perlu takut karena Allah senantiasa menjaga kamu. akhirnya tenanglah hati ini dan saya bisa tidur walaupun jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. saya tidur dengan pulasnya dan tidak merasa dingin sama sekali.
Keesokan harinya tepat tanggal 1 Mei 2016 pukul 05.00 waktu pemancar dan sekitarnya, saya dan ketiga teman lainnya terbangun karena udara terasa dingin sekali dan kami tidak mau melewati sunrise yang indah pagi itu. Udara lembab, sangat dingin menusuk hidung dan tulang kami tidak membuat kami berdiam diri didalam tenda dan tidak bisa menghentikan niat kami untuk mengabadikan moment indah tersbut. kamipun segera menyiapkan alat perang kami yaitu kamera DSLR DAN GO PRO HERO3+.
| sunrise dari PEMANCAR 1 Mei 2016 |
Kami pun langsung melanjutkan perjalanan kami menuju puncak, supaya tidak terlalu siang dan sebelum kabut menyelimuti puncak merbabu. kami berangkat dari tenda kami sekitar pukul 06.30. Kami mempersiapkan peralatan mendaki kami beberapa, terlebih barang-barang yang kami anggap penting. Kami membawa beberapa makanan dan satu tas untuk wadah makanan tersebut.
kami berjalan menuju puncak dengan semangat 2016 :D berjalan dan terus berjalan. by the way, ketika kami sudah sampai dijalan berbatu batu dan penuh kapur, saya mulai lelah dan tidak mau jalan lagi. "kalian aja yang naik, aku tunggu sini. udah gak kuat aku...sumpah!" kataku sembari tergeletak lemah tak berdaya dan menangis lagi hahahaha. "percuma kamu balik ke tenda apa nunggu disini, itu jaraknya sama aja. kalo kamu balik ke tenda, sama aja kamu naik kepuncak. kalo aku jadi kamu aku jalan aja gak usah ngoyo yang penting sampe puncak" kata kak ian dan tia. akhirnya saya ndapatkan power untuk terus berjalan dan berjalan, trekking pole nya akhirnya dibawa sama kak ian, karena kata kak ian saya terlalu capek pake trekking pole, itu yang buat lemes trekking pole nya. dari yang pertamanya kak amel didepan, akhirnya yang pertama jalan saya dan kaka ian.
![]() |
| jembatan setan menuju puncak |
akhirnya setelah kami berjalan lumayan lama dan sangat lelah, kami sampai dipuncak dengan selamat dan bahagia. By the way, kita harus melewati jembatan setan itu dengan hati-hati dan harus pegangan. karena kanan kiri jurang, hati-hati sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pernikahan Beda Gereja
Menikah bukanlah impian bagi semua orang. Tapi bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah ...
-
Menikah bukanlah impian bagi semua orang. Tapi bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah ...
-
Dear Maria Nike Ardila Santoso Putri, Apa kabar? aku berharap dirimu selalu sehat dan bahagia dengan caramu. Sudah bertahun-tahun kita be...
-
" dimana may ?", tanya seorang teman saya melalui pesan wasap. " di salatiga nih, lagi ada urusan habis itu balik kost ungar...



