Selasa, 21 November 2017

SOMETIMES, I AM NOT A WONDER WOMAN ANYMORE.

Menjadi wanita yang perasaan memang tidak mudah. Begitu banyak hal yang dia pikirkan. Sampai-sampai dia juga memikirkan bagaimana dampak yang akan ditimbulkan apabila dengan begitu semangat mencurahkan segala isi hatinya kepada orang yang dia percaya. Tidak segampang itu. Wanita yang memiliki perasaan lembut selalu memikirkan keadaan orang yang ingin dia ajak berbicara untuk mencurahkan segala isi hatinya. Apakah orang yang dia harap, dapat mendengarkan dengan tulus segala kebimbangan yang dia miliki? Apakah orang tersebut mau meluangkan waktunya dalam kesibukannya untuk menghubungimu barang sebentar saja dan menanyakan kabarmu, apakah kamu sedang tidak baik-baik saja? mengapa kamu bersedih? Apa yang membuatmu menangis?
Menjadi wanita yang memiliki perasaan lembut, selalu memikirkan keadaan orang yang selalu dia harapkan dapat menjadi teman cerita yang sangat baik. Tetapi semua harapannya mungkin hanya angan. Terlalu memikirkan keadaan orang lain, sampai-sampai dia tidak sadar bahwa dia sebenarnya tidak dipikirkan oleh orang yang dia harap. Melainkan ada hal lain yang lebih penting yang menjadi pokok pemikirannya. Bukan kamu. Ingat bukan kamu. Susah payah kamu memikirkan, bagaimana jika aku bercerita tentang kegelisahan hatiku ini, apakah dia mau mendengarkan? Ah, tidak usah. Aku tau dia juga lelah dengan segala pekerjaannya. Aku menyayanginya, aku tidak mau menambah beban hidupnya. Dia juga bilang, jika dia lelah. Sudahlah, lupakan saja. lanjutkanlah menangismu. Sampai kamu merasa sedikit lebih tenang.


Tapi sebenarnya kamu butuh bercerita kan? Hai wanita...! jangan sok kuat..! kamu bukan Wonder woman. Ada saatnya kamu menjadi Wonder woman, ada saatnya Wonder woman juga bisa rapuh dan lemah. Butuh pundak untuk sekedar meletakkan tanda kebesaran di kepalanya yang bernama “EGOIS”. Ya, kamu terlalu egois untuk terus menahan rasa lemahmu. Kamu terlalu egois untuk menahan rasa sakitmu. Bukankah hati dan kepalamu sudah penuh dengan kegalauan yang seharusnya bisa kamu bagikan dengan orang yang kamu percaya dan kamu sayang. Kamu butuh untuk didengarankan, kamu butuh untuk dikuatkan (lagi), kamu butuh untuk dibelai lembut. Kamu butuh itu semua. Jangan egois.

Kamu tahu, apa yang sebenarnya aku butuh?
Pelukan. 
I need your hug now. 
Tidak ada yang lain. 

Menangis tersedu-sedu sambil dipeluk dirimu, adalah obat yang paling ampuh untuk membuat aku tenang. Aku tahu, aku (tidak) bisa merengkuh ragaku sendiri. Tapi, rengkuhanmu yang aku butuhkan. Tidak ada yang lain. Itu saja. jika memang tidak bisa, berarti aku yang terlalu berharap untuk bisa didengarkan. Jika dia memang mencintaimu juga, dia tahu apa yang kamu butuhkan tanpa perlu kamu meminta.

Belajar menguatkan dan merengkuh dirimu sendiri lagi, lagi, dan lagi.

Aku tidak manja, aku hanya sedang berada pada kondisi dimana aku butuh untuk dikuatkan lagi. Jika aku sudah kuat, aku siap untuk tersenyum lagi.

Jumat, 17 November 2017

Minum Teh ala-ala Horang Kaya, Ndoro Donker pilihannya

Donker adalah orang belanda yang tinggal di daerah Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar sekitar tahun 1700-an. Masyarakat desa memanggil Donker dengan sebutan Ndoro. Ndoro dalam bahasa jawa memiliki arti Tuan (Tuan Donker). Menurut beberapa sumber yang ada, Tuan Donker adalah orang Belanda yang pertama kali menanam teh dan mengajarkan masyarakat desa Kemuning menanam teh. perkebunan teh yang dirintis oleh Ndoro Donker masih bertahan sampai saat ini.
Ada salah satu tempat yang dijadikan tempat ngeteh andalan di kaki gunung Lawu, mengambil nama dari Ndoro Donker. Tempat ngeteh itu adalah Rumah Teh Ndoro  Donker. Rumah ini didirikan oleh Donker tahun 1700-an dan digunakan sebagai tempat tinggalnya. Namun sejak tahun 2012, rumah ini dikelola menjadi tempat nongkrong dan ngeteh yang asik.
Rumah Teh Ndoro Donker tampak depan (dok.pribadi)

Rumah dengan nuansa serba putih, menjadikan Rumah Teh ini begitu cerah dan bersih. Ditambah dengan hawa sejuknya Bukit Kemuning menjadikan rumah teh ini tempat andalan para pengunjung untuk ngeteh cantik dan berfoto ria, karena ada begitu banyak sppot foto yang bisa dimanfaatkan. Ya..ala-ala instagramer kekinian gitu deh..!
Rumah Teh Ndoro Donker tampak samping (dok.pribadi)

Teh Dengan Berbagai Rasa, Warna, dan Harga
Bagi pecinta teh dan penikmat alam berhawa sejuk, jika ada kesempatan dan waktu, coba deh kunjungi Rumah Teh Ndoro Donker. Rumah teh ini menjual berbagai jenis teh, dengan warna, rasa dan harga yang berbeda. Mulai dari harga 10 ribu rupiah sampai dengan 100 ribu rupiah.
Berbagai jenis teh di Rumah Teh Ndoro Donker (dok.pribadi)


Spot foto unique kekinian ala Rumah Teh Ndoro Donker

Pengunjung yang hadir ditempat ini tidak hanya dimanjakan oleh hangatnya seduhan berbagai jenis teh dan hawa sejuknya. Tetapi, pengunjung juga bisa memanfaatkan spot foto yang ada di Rumah Teh Ndoro Donker. Biar bisa update Photo profile atau mempercantik feeds instagram.

Manis banget, bisa buat foto prewed nih hehe (dok.pribadi)


Ngeteh cantik yuk...(dok.pribadi)


Spot foto lain di bagian dalam rumah (dok.pribadi)


Bisa banget buat Private wedding (dok.pribadi)

Gimana gengs? Tempatnya Cozy banget kan? Saya saja betah lama-lama di sini. Ngeteh cantik dengan pemandangan hamparan kebun teh disekelilingnya plus hawa sejuknya. Ke sini bawa pacar, sahabat, atau keluarga bisa menambah sejuknya suasana. Alamat lengkap Rumah Teh Ndoro Donker ada di Jl. Afdeling Kemuning No.18 Karanganyar-Surakarta. Phone/Line/WA: 0813-9897-3058.
Background kebun teh (dok.pribadi)

Selasa, 14 November 2017

Satu Cerita di 2016

Menjadi anak perantauan itu tidak gampang. Harus kuat dan tahan banting. Harus mandiri. Harus bisa memeluk diri sendiri kalau kata mbak Elisabeth Murni si blogger kece ranselhitam.com.
Empat tahun kuliah di Salatiga, menjadi anak mandiri yang jauh dari pengawasan orangtua, tidak membuat saya bringas atau sak geleme dewe. Tapi justru saya dituntut untuk bisa mengatur waktu dan jadwal saya sehari-hari. Antara kuliah, main sama teman-teman, dan quality time sama pacar.

Minggu, 13 November 2016
Sudah 1 tahun yang lalu acara Donor Darah dan Buku di Mawar Camp, Gunung Ungaran Kab. Semarang berlalu. Ya, tepat 1 tahun yang lalu juga, saya dirawat di RST Dr. Asmir Salatiga selama kurang lebih 1 minggu. Sabtu,  12 November 2016 adalah hari yang paling melegakan buat saya dan teman-teman satu team karena PPL (Program Praktek Lapangan) yang harus kami jalani sebagai syarat mendapatkan gelar Sarjana Gizi sudah selesai.

Betapa bahagianya hati ini, bebas lepas. Tidak perlu pusing lagi memikirkan laporan yang berlembar-lembar, tidak perlu buru-buru bangun subuh untuk siap-siap ke dapur rumah sakit tempat kami praktik. FYI saat itu saya dan teman-teman praktik di RSUD Ungaran,  Kab. Semarang. Teman-teman saya memutuskan untuk kost saja di Ungaran, hanya saya yang memberanikan diri melaju motoran pulang pergi dari Salatiga ke Ungaran selama kurang lebih 3 bulan masa PPL.

Bukan apa-apa sih, saya hanya malas saja harus pindahan membawa beberapa baju dan keperluan selama PPL ke kost baru, terutama printer. Tanpa printer PPL saya akan kacau balau. Maka dari itu saya lebih memilih melaju dari pada harus ribet pindahan. Shift pagi dan shift siang saya jalani. Strong woman sekaleeee..!
(Back to cerita awal ya...)

Hari minggu tanggal 13 tahun 2016 pagi, saya memutuskan untuk pergi ke acara Donor Darah dan Buku di Base Camp Mawar,  Ungaran. Selain itu juga saya mau meet up dengan teman saya asal Semarang yang sudah lama tidak berjumpa. Awalnya saya mau berangkat dengan kekasih saya, tapi dia ada kerjaan, jadi saya berangkat deh dengan teman kekasih saya mas Slamet Riyadi. Kita motoran masing-masing,  karena motor saya dan mas Slam sama-sama sudah tua jadi gak mungkin kuat untuk boncengan hahahaha.

Sesampainya di Base Camp Mawar,  saya langsung menemui teman saya mas Sengkrek founder Amuija Outdoor Semarang. Saya ngobrol dengan mas Sengkrek dan bertemu dengan teman lainnya juga dari komunitas Mawar Camp Rock N Roll Semarang. Mas Slam sudah jalan-jalan sendiri, katanya beliau mau liputan tentang sesuatu yang ada di Ungaran, tepatnya saya lupa tentang apa.

Tanpa menunggu waktu lama,  saya langsung daftar untuk donor darah. Tekanan darah saya normal, saya sangat sehat dan sangat bahagia. Setelah saya donor darah,  saya langsung jalan-jalan ke area Base Camp. Lari sana-sini. Sampai mas Sengkrek bilang "May, mbok kamu itu duduk anteng. Habis donor darah kok malah lari-lari".  Saya menanggapi peringatan mas Sengkrek dengan tertawa saja. Setelah puas bercengkrama dan foto-foto disana bersama mas Sengkrek dan mas Slam,  saya dan mas Slam memutuskan untuk pulang. Sudah mau hujan dan mendung banget.

Senin,  14 November 2017.
Pukul 03.00 dini hari,  saya merasa ada yang tidak beres dengan tubuh saya. Mata saya panas, napas saya panas,  dan saya merasakan pusing yang teramat sangat. Ah.. Damn! Saya demam. Saya pikir, mungkin karena terlalu lelah dan kurang istirahat. Setelah selesai PPL langsung donor darah di gunung. Saya tidak bisa tidur lagi, rasanya gak enak banget badan ini.

Pukul 07.00 pagi, ada pesan masuk di group BBM PPL Ungaran 2016, bahwa saya dan teman-teman harus ke rumah sakit untuk mengambil laporan PPL kami. Panas badan saya belum juga hilang malah semakin menjadi. Berangkatlah saya dan teman-teman, motoran. Saya tidak bilang jika saya sedang demam. Karena saya pikir, ini hanya demam biasa. Sesampainya di RS saya hanya duduk lemas diluar dan tidak ikut masuk kantor. Saya pikir "wah, sepertinya nambah parah ini demamku. Buat melek saja sudah ndak kuat". Akhirnya beres sudah urusan di rumah sakit lalu kami pulang.

Sesampainya di kost, berharap ada teman di kost ternyata kost lagi sepi dan ibu kost juga pergi. Maksud saya, bisa minta tolong untuk antar saya ke RST Dr. Asmir, tetapi Ternyata tidak bisa. Begitu masuk kamar, belum sempat sampai kasur saya sudah ambruk di lantai. Sempat merem beberapa menit dan saya merasa sudah tidak mampu lagi untuk membuka mata. Tapi disisi lain saya harus ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Lagi-lagi saya motoran sendiri,  mau tidak mau, bisa tidak bisa, harus.

Sampai di RST saya diperiksa oleh dokter dan diagnosa awal saya mengidap Vertigo. Teman-teman pembaca bisa search sendiri apa itu Vertigo. Akhirnya dokter memutuskan untuk opname dan check laboratorium darah. Hari ketiga di RST hasil laboratorium keluar dan ternyata saya positif Vertigo dan Typhus.

Dua penyakit ini,  sukses membuat berat badan saya turun 13 kilo. Awal masuk RST berat badan saya 55 kilo, keluar RST berat badan saya tinggal 42 kilo. Selain itu selama dirawat saya mendapat diet rendah garam dan rendah lemak. Makanan rasanya hambar di lidah saya. Karena sempat tekanan darah saya tinggi, jadi saya sempat diberi diet rendah lemak dan garam.

Selama seminggu opname saya merenung, apa yang membuat saya bisa kena Vertigo dan Thypus?  Ternyata, pola makan saya dan kebersihan makanan saya yang tidak saya jaga. Lalu, saya terlalu memforsir tubuh saya. Saya tahu tubuh saya sudah lelah, tapi saya menyangkalnya dan tetap beraktivitas seperti biasa bahkan sempat donor darah. Kurangnya oksigen yang masuk ke kepala saya dan saya kurang minum air putih yang menyebabkan saya merasakan pusing yang begitu hebat.

Makan tidak teratur karena terlalu asik dengan laporan. Makan sembarangan dan pedas. Saya pecinta makanan pedas. Nah, ini yang menyebabkan saya mengidap Thypus. Makan sembarangan, tidak teratur dan pedas. Ditambah saya tidak pernah olahraga selama saya PPL. Asupan oksigen untuk tubuh kurang dan makan sembarangan. Ya sudah, selamat..!

Dua penyakit ini sukses membuat saya kapok. Gak mau lagi ketemu sama dua penyakit ini atau penyakit lain. Sehat itu gampang dan mudah asal ada niat dan kesadaran kalau kita memang harus sehat. Kalau sudah terbaring lemah di rumah sakit, baru menyesal dan kapok. Ya, itu saya.

Buat teman-teman semua, jaga pola makan dan harus olahraga. Jaga kesehatanmu. Jangan makan sembarangan, bagi yang suka pedes tolong dikontrol dan jangan kalap. Kesehatanmu adalah masa depanmu. Belajar peka dan memahami kapasitas tubuhmu dan jangan ngeyel. Salam sehat dari saya.

Ini Rinduku dan Ini Janjiku

Pada kenyataannya,  rasa rindu yang kita miliki untuk orang yang kita cinta memang membuat kita sedikit gundah.
Pada kenyataannya laki-laki dan perempuan tidaklah jauh berbeda dalam hal menyikapi rasa rindu untuk orang yang dicintai.

Hanya saja,  laki-laki berusaha untuk lebih menggunakan logikanya ketimbang perasaannya.
Berbeda dengan kebanyakan wanita pada umumnya, yang lebih mengutamakan perasaan.

Tetapi jika kamu benar-benar tahu, laki-laki juga merasakan gundah ketika sedang merindukan wanita yang dia cinta.
Percayalah, sekuat apapun, sesangar apapun laki-lakimu, jika dihadapkan pada rasa rindu yang amat sangat, mereka juga bisa galau. Berharap untuk cepat bertemu dan memeluk hangat tubuhmu.

Mungkin sulit baginya untuk berkata "aku kangen kamu.. Aku rindu kamu".  Tapi, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam,  ada sejuta kata yang ingin dia ucapkan namun sulit untuk diungkapkan.

Satu hal yang harus kamu tau,
Ketika dia atau kamu paham apa yang kamu mau dan kamu rasa, secara fisik kamu dan dia jauh. Tapi, pada kenyataannya hatimu dan hatinya sangat dekat. Seperti hembusan nafas dan detak jantung yang selalu bersama.

Doakanlah dia,
Dia yang sedang berjuang untukmu,  karena kamu adalah masa depannya.

Tuhan akan mempertemukan,
Apa yang semestinya harus Dia pertemukan.

Tuhan akan mempersatukan,
Apa yang semestinya dipersatukan.

Sejauh apapun kakimu dan kakiku melangkah, kita akan sama-sama saling kembali untuk bertemu dan bersatu selamanya.


Kamis, 30 Maret 2017

Tuhanmu adalah penyembuh lukamu

Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit, merasakan kecewa, merasakan hancur hidupnya, merasakan hancur hatinya, dan tak jarang banyak manusia yang berpikir bahwa hidupnya di dunia adalah kesia-siaan.

Kita pernah menyakiti seseorang atau bahkan banyak orang dan kita juga pernah disakiti oleh seseorang atau bahkan banyak orang.

Menjadi pembalas dendam mungkin akan memberikan kepuasan tersendiri bagi hati yang terluka, kesenangan sesaat.

Ketika keadaan disekitar kita mengecewakan kita, ketika yang terjadi tidak seperti apa yang kita harapkan, ketika semuanya berubah disaat semuanya kita rasa baik-baik saja.

Satu hal yang harus diingat, Tuhanmu adalah tempat kamu kembali, Tuhanmu adalah tempat dimana kamu bisa mereparasi hidup dan hatimu yang hancur.

Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, itu semua atas seizin Tuhan.

Tanyakan dalam doa'mu, apa maksud dari setiap pengalaman hidup yang kamu alami?

Maafkanlah dia atau mereka yang sudah menyakitimu dan maafkanlah dirimu sendiri yang sudah berlaku jahat kepada orang lain.

Semua hal dalam hidup kita sudah ada yang mengatur dan merancang. Tuhan adalah perancang kehidupan terbaik bagi setiap manusia.

Temuilah Tuhanmu dalam doa, dalam sujudmu, dalam tangisanmu.

s'bab Tuhanmu adalah penyembuh dari setiap lukamu

God Bless :)

Senin, 22 Agustus 2016

Akulah Lelakimu

Sewaktu aku kecil, aku selalu merengek dan menangis jika ayahku mau pergi. Entah itu pergi karena tugas diluar kota, pergi karena piket, pergi karena dinas, atau bahkan karena hal sepele yaitu pergi keluar bersama teman-temannya yang waktunya pun tidak lama hanya beberapa jam saja. Aku masih sangat ingat sekali, setiap ayahku sudah berpakaian rapi mau berangkat kerja aku yang masih berumur 2 tahun selalu menangis dan berkata "bapak gak boleh pelgi, bapak dilumah aja nemenin aku liyat belbi, nemenin aku bobok" dan masih banyak alasan lainnya yang aku ucapkan untuk menghentikan niat ayahku yang mau pergi kerja. Yang ada dipikiranku saat itu adalah kalau ayahku sudah keluar rumah dengan pakaiannya yang rapi pasti pulang kerumahnya lama. Bisa dua hari pergi atau bahkan seminggu baru pulang. Aku memang sangat dekat dengan ayahku. Padahal aku ini anak perempuannya yang bisa dibilang paling nakal dari empat saudaraku yang lainnya. Aku ini yang paling susah diomongi, paling sering kena marah, paling sering membantah, paling sering melawan, paling sering menuntut, paling sering memaksa, dan yang terakhir paling lama nangis atau bisa dibilang yang paling kuat lama nangisnya ketika kemauanku kadang tidak dituruti. Ibu? Ya aku dekat juga dengan ibu, tapi tidak sedekat aku dengan ayahku. Kalau ibu itu pelit, minta ini gak boleh itu gak boleh, pun kalau boleh harus benar-benar jelas alasannya kenapa mau dibelikan barang itu. Ah ribeet! Tapi kalau ayah tanpa harus menjelaskan panjang lebar, beliau langsung membelikannya untukku. Selain itu juga ayah jarang sekali marah-marah, bahkan hampir tidak pernah. Kalau aku melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, beliau mempunyai cara tersendiri untuk memarahiku yaitu dengan cara berbicara padaku secara empat mata sebagai ayah dan anak. Cara ayah memarahiku sungguh membuat aku menyesal dan bahkan sampai aku menangis. Padahal beliau tidak memukul, tidak berkata kasar, tidak memaki, tapi beliau memberitahuku bahwa apa yang aku perbuat itu salah dengan caranya yang lembut dengan bahasanya yang mudah aku pahami ya layaknya bapak berbicara dengan anak usia 2 tahun. Itulah ayahku. Ah, aku masih sangat ingat apa yang telah aku perbuat saat itu terhadap ayahku ketika beliau mau berangkat kerja.
Sekarang sifat jelekku itu datang lagi diusiaku yang sudah bukan anak kecil lagi, sudah 21 tahun. Kalau sewaktu aku kecil aku merengek dan menangis kepada ayahku, sekarang aku merengek dan menangis kepada pacarku. Ya, aku merengek dan menangis ketika pacarku mau pergi dinas di luar kota salatiga. Tapi, sifat jelekku ini baru saja datang lagi. Ini kali pertama aku benar-benar merengek dan menangis ketika pacarku mau pergi dinas di luar kota. Padahal biasanya aku ditinggal kerja di luar kota sampai seminggu bahkan lebih ya biasa saja. Tidak ada acara merengek dan menangis bahkan tidak pernah ada kata "gak usah pergi sih mas atau jangan pergi sih mas" selama aku berpacaran dengannya dan ketika dia mau pergi dinas di luar kota. Malah justru aku mendukungnya, menyemangati, memberikan doa yang terbaik, perlengkapan nya aku siapkan seperti baju, mengingatkannya untuk mengecek lagi barang-barang apa yang mau dibawa untuk di list kembali, dan yang peling penting adalah aku selalu bilang "baik-baik disana, jaga kesehatan, mas pulang dari sana dalam keadaan sehat dan utuh itu udah lebih dari oleh-oleh". Tapi kali ini entah mengapa aku begitu cengengnya sampai tidak membolehkannya pergi kerja. Aku memeluknya dan aku menangis. Pacarku smapai heran, apa yang terjadi denganku? Ada apa denganku? Bukannya mendukung, menyemangati kok malah nangis. Aku juga tidak tahu kenapa. What's wrong with me? Hingga akhirnya penjelasan sedikit demi sedikit dari pacarku diutarakan kepadaku.
"may, kalau sikapmu seperti ini malah jadi beban buat aku. Aku itu kerja di luar kota bukan pergi tidak ada tujuan bukan pergi gak jelas arah. Aku diberi tugas untuk kerja di luar kota itu artinya aku diberi kepercayaan bahwa aku mampu mengerjakan dan menyelesaikan tugas itu. Banyak yang mau untuk kerja dinas di luar kota karena ya bisa sekalian refreshing keluar dari kantor selain itu juga bayaran pasti bertambah naik level, tapi ya itu sedikit kesempatannya. Nah kamu berarti harusnya bersyukur dan beruntung, kalau pacarmu ini diberi kepercayaan dan dianggap mampu untuk menjalankan tanggung jawabnya itu. Harusnya kamu mendukung. Bukan hanya mendukung tapi menuntut. Tuntut aku biar aku semakin giat kerjanya, semakin semangat kerjanya untuk cari rezeki cari uang. Kamu sebagai pacar harus menuntut lelakimu ini supaya lebih dan lebih  lagi. Kalau aku ndak kerja, mau beli beras pakai apa? Kalau aku gak kerja, gimana caranya aku bisa buat kamu bahagia? Katanya mau ganti sepedah yang lebih bagus yang mahal? Katanya mau ganti kamera yang lebih joss? Kamu minta apa saja aku kasih selagi aku mampu dan bisa untuk mewujudkannya dan aku akan berusaha untuk mewujudkan apa yang kamu mau. Mas cuma minta may buat dukung mas, kasih semangat ke mas. Tuntut mas untuk cari uang yang lebih banyak lagi, kalau mas sukses kan yang bahagia gak cuma mas sendiri tapi juga kamu. Jangan nangis lagi, tangismu itu jadi beban buat mas. Mas malah gak bisa fokus kerja kalau may sikapnya seperti ini. Ini semua mas lakuin karena ini memang kerjaan mas dan tanggung jawab mas yang harus mas kerjakan dan selesaikan dan juga karena kamu may. Mas sayang banget sama kamu, mas gak mau lihat kamu gak bahagia. Mas cuma mau ketika kamu minta sesuatu mas bisa mewujudkan itu dan mas selalu ada untuk kamu. Ini juga buat masa depan kita sayang. Doakan saja yang tebaik untuk mas, supaya pekerjaan mas lancar, mas bisa menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab mas, mas sehat, mas bisa pulang bawa rezeki yang melimpah" dan diakhir ungkapannya dia bilang dengan tertawa "apa sih yang gak buat maymunahku, semua tak kasih. Sebelum may minta mas kasih. Opo wae wes, tapi aku gak bakal ngasih beban pikiran dan beban hidupku ke may, bisa mumet nanti may".

Ya tuhan, betapa durhakanya aku sebagai anak terhadap ayahku sewaktu aku kecil dan betapa menjengkelkannya aku sebagai pacar saat ini yang merengek dan menangis menahan dua lelaki hebat ini pergi kerja yang tujuannya untuk membahagiakanku. Berarti rasa beban lah yang dirasakan oleh ayahku ketika aku merengek dan menangisinya kalau beliau mau pergi kerja, tapi beliau tidak memberitahuku. Mungkin dengan maksud agar aku tahu sendiri. Apa yang sudah aku lakukan tuhan? Aku menyesal sekali. Tapi ada baiknya juga sifat semasa aku kecil yang penuntut itu aku terapkan saat ini kepada pacarku. Tentu saja menuntut dalam hal positif dan masuk akal, realistis lah. Ya tuhan, terimakasih sudah menyadarkan aku lewat kejadian ini. Sekarang aku bener-bener sadar dan paham kalau yang dibutuhkan hanyalah semangat, doa, dan tuntutan. Jaga kekasihku tuhan, jaga juga ayahku. Mereka adalah orang-orang hebat yang sangat menyayangi aku. Mereka adalah orang-orang yang mau bertepuk tangan dipinggir lapangan. Mereka luar biasa baik dan tulus. Mas, terimakasih untuk pengertian yang mas beri untukku. Terimakasih sudah dengan sabar menjelaskan secara gamblang berbicara dengan lembut kepadaku tidak dengan marah-marah atau memukul, ya seperti ayah. May sayang mas dhanang.

Jumat, 19 Agustus 2016

Jatuh C.I.N.T.A (lagi)......

Aku tidak pernah tahu apa yang membuat aku bisa suka lalu jatuh cinta kepadanya. Aku tidak pernah tahu mengapa aku bisa menyayanginya. Sampai sekarang aku tidak pernah punya alasan mengapa aku bisa menjatuhkan pilihanku padanya. Jika saja ada yang bertanya mengapa aku bisa menjalin hubungan dengannya, lelaki yang jarak umurnya lumayan jauh denganku, lelaki yang sebelumnya tidak pernah aku kenal, lelaki yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan, lelaki yang sebelumnya hanya aku tahu lewat sosial media itupun aku tahu karena dia berteman dengan salah satu teman sosial mediaku juga, lelaki yang tidak pernah aku perbincangkan dengan teman-temanku dan tuhan? Aku akan menjawab, aku tidak punya alasan mengapa aku bisa jatuh cinta dan menjalin hubungan dengannya. Aneh, diluar dugaan, tidak disangka-sangka, dan berjalan dengan begitu lancarnya. Dari perkenalan yang singkat yang dimulai lewat obrolan waktu itu dan sampai saat ini obrolan itu masih berlanjut dengan status kita sudah berpacaran. Dia itu orangnya cuek, gak pedulian, dingin, dan ah ya ini aku terserah orang mau bilang apa. Itulah penilaianku terhadapnya saat aku belum tahu benar bagaimana sebenarnya sifat aslinya. Penasaran sih awalnya, saat aku lihat nama sosial medianya yang muncul dikronologiku karena namanya yang ditandai di salah satu foto teman yang berteman denganku di sosial media juga. Begitu aku klik aku lihat foto profilnya, anak kecil. Jujur, aku langsung berpikir oh sudah punya anak to, oh fotografer ternyata, oh terkenal ternyata. Ya sudah, begitu aku lihat foto profil sosial medianya itu aku tidak mencari tahu lebih dalam lagi tentangnya. Berlalu begitu saja dan pada saat itu aku sedang tidak berhubungan dengan siapa-siapa alias jomblo. Banyak sih yang nawarin diri untuk jadi pacarku hahaha tapi aku gak mau. Bukannya sombong, tapi entah mengapa saat itu aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Mungkin aku ingin mengobati luka hatiku dulu dengan menyendiri. Ya, aku pernah jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seseorang cukup lama. Tapi takdir berkata lain. Rasanya hancur, sakit, tapi tidak berdarah. Ah ya sudah lah ya..itu adalah pelajaran hidup yang amat sangat keras untukku. Move on.. Aku sudah ikhlas bahkan aku sudah sangat ikhlas, hingga hati dan hidupku saat ini kembali normal seperti sedia kala. Balik lagi deh ya, by the way aku tahu nama salah satu sosial media lelaki yang saat ini menjadi kekasihku itu sejak pertengahan tahun 2014. Hingga pada tahun 2015....sesuatu terjadi.
Waktu itu ditahun 2015 tempatku berkuliah mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu daerah di salatiga. Aku diajak pertamakali untuk bergabung dengan kegiatan ini oleh salah satu dosen di tempatku berkuliah dan dosen itu juga adalah temannya (lelaki yang saat ini menjadi kekasihku). Aku baru tahu kalau ternyata dia ini dosen juga di tempatku berkuliah. Aku baru tahu setelah aku ikut kegiatan pengabdian masyarakat waktu itu. Sebelum kegiatan ini berlangsung aku bersama tim  mengadakan simulasi kegiatan di kampus. Dari situ aku baru tahu kalau dia ini ternyata dosen. Setelah berbincang-bincang apa saja yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan ini, kami semua berangkat menuju tempat dimana kegiatan ini akan berlangsung. Meninjau tempatnya secara langsung. Aku sama sekali tidak tahu sejarah dibalik tempat yang akan kami layani. Saat itu aku sedang diam menikmati suasana dan sedikit berjalan-jalan mengelilingi tempat itu. Ketika aku sedang bengong dengan posisi berdiri di tempat itu ada lelaki yang menghampiriku lalu dengan tanpa basa-basi dia mengajakku ngobrol menceritakan sejarah berdirinya tempat yang akan kita layani saat itu. Berhubung aku ini orangnya friendly jadi ya nyambung aja gitu pas diajak dia ngobrol. Aku menanggapi obrolan kami pada saat itu dengan menganggukkan kepala dan bertanya-tanya lebih lagi tentang tempat itu. Ternyata dia memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mencetak sejarah bagi tempat itu. Ternyata yang lain lagi dia tidak seperti penilaianku sebelumnya, dia ternyata awesome. Singkat cerita, akhirnya kami melanjutkan obrolan kami hingga pindah tempat yang lebih iyup atau rindang. Karena kami pada saat itu ngobrol di tempat yang terbuka dan gak kerasa kalau matahari siang itu menyengat. Setelah kami mensurvei tempat kegiatan, kami langsung kembali ke kampus kami untuk mendata apa-apa saja yang diperlukan. Aku mendata bagianku yaitu barang-barang yang akan aku gunakan untuk penyuluhan karena aku kebagian tugas melakukan penyuluhan ke anak-anak sd mulai dari kelas 1-6. By the way aku melakukan penyuluhan itu sebagai seorang nutritionist ya bisa dibilang ahli gizi lah ya. Ciee.... Karena ini berhubungan dengan konsentrasi ilmu yang sedang aku ambil yaitu ilmu gizi. Sore itu, sebenarnya aku diajak untuk mensurvei kembali tempat yang akan kita layani. Tapi berhubung badanku sudah capek banget jadi ya aku gak ikut dan langsung balik ke kost.
Pas sampai dikost gak lama hp ku bunyi. Pas aku lihat ternyata ada undangan pertemanan di bbm dari dia. Aku sempat curiga sih, ada apa kok dia pakai acara invite pin bbm ku segala. Aku sih berpikirnya oh mungkin ada yang penting. Ya mungkin ini yang dinamakan modus hahaha. Setelah aku terima invitannya dia langsung bbm aku dengan kalimat "saya disuruh kris menanyakan barang-barang apa saja yang mau dibawa besok biar sekalian saya bawa pakai mobil sekarang makannya saya invite bbm mu". Hahahaha saya tertawa saat itu dikamar. Pikir deh, orang mas kris saja berteman denganku di bbm kan bisa mas kris bbm langsung ke aku. Ngapain pakai nyuruh si mas modus ini hahahahaha tapi itu tidak aku persoalkan. Ya sudah to aku balas saja bbm nya. Eh ternyata dari bbm'an itu kami semakin dekat satu sama lain dan semakin dekat lagi setelah kegiatan pengabdian masyarakat itu selesai dengan sangat baik. Hingga suatu hari dia mau pergi ke rs jenguk temennya, tapi dia gak ada yang nemenin. Ya sudah lah akhirnya aku menawarkan diri untuk menemaninya pergi ke rs waktu itu. Kami jalan dari jetis ke kampus buat cegat angkot menuju rs dkt. Nah disitulah semuanya terkuak. Itu momen yang gak pernah aku lupain, dimana dia genggam tanganku untuk pertama kalinya waktu mau nyebrang. Sumpah, rasanya deg-deg-deg-deg-deg hahahaaha keringet dingin. Malam sampai kost dia langsung bbm dan bilang ya mengungkapkan perasaannya cieeeee hahahaha. Bukan nembak atau bertanya kamu mau gak jadi pacarku. Bukaaan, bukan itu. Tapi dia lebih mengutarakan perasaannya kalau dia nyaman sama aku, dia yakin kalau pilihannya terhadapku adalah tepat, dia nyambung sama aku, dan bla..bla..bla.. Intinya adalah dia suka sama aku dan jatuh cinta padaku. Mau tahu balesanku apa? Aku bingung mau bales apa waktu itu. Jujur, aku nangis aku terharu. Aku nangis karena ternyata aku bisa jatuh cinta (lagi) dan yang bikin aku nangis adalah tuhan begitu baik karena mendekatkan aku pada lelaki yang sangat luar biasa tampan, tidak hanya tampan secara fisik, tapi juga tampan secara sikap, kelakuan, tutur kata dan kepribadian. Waktu itu aku cuma balas " iya mas, akupun merasakan hal yang sama. Mudah-mudahan hubungan ini berjalan langgeng ya". Ternyata tuhan memang memberkati hubungan kami dan sampai sekarang hubungan kami masih berlanjut sampai detik ini bahkan sampai nanti.
Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta (lagi). Sampai sekarang mulai yang panggilnya pak hingga berubah jadi sayang. Itulah yang namanya cinta gak ada yang tahu kapan datangnya. Kami semakin dekat, semakin akrab, semakin cerewet satu sama lain, semakin banyak hal-hal yang kami ceritakan mulai dari hal yang gak penting hingga hal yang penting dan sangat penting. Mulai dari cerita tentang diri sendiri, teman, sahabat hingga keluarga. Mulai yang dari awalnya malu-malu sekarang malah malu-malu'in. Cinta yang sesungguhnya akan datang tanpa perlu kita rencanakan. Terimakasih Dhanang Puspita kekasihku untuk semua cinta dan semua kasih sayang yang kamu berikan untukku. Aku sangat beruntung dan diberkati memiliki kekasih yang luar biasa tampan sepertimu. Tuhan selalu dan selalu memberkati hubungan ini hingga impian-impian kita terwujud yaitu berlabuh pada janji suci pernikahan yang kudus.
Masa lalumu adalah sepenuhnya milikmu, pun masa laluku adalah sepenuhnya milikku. Tapi masa depan adalah sepenuhnya milik kita.

Pernikahan Beda Gereja

                  Menikah bukanlah impian bagi semua orang. Tapi bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah ...