Senin, 22 Agustus 2016

Akulah Lelakimu

Sewaktu aku kecil, aku selalu merengek dan menangis jika ayahku mau pergi. Entah itu pergi karena tugas diluar kota, pergi karena piket, pergi karena dinas, atau bahkan karena hal sepele yaitu pergi keluar bersama teman-temannya yang waktunya pun tidak lama hanya beberapa jam saja. Aku masih sangat ingat sekali, setiap ayahku sudah berpakaian rapi mau berangkat kerja aku yang masih berumur 2 tahun selalu menangis dan berkata "bapak gak boleh pelgi, bapak dilumah aja nemenin aku liyat belbi, nemenin aku bobok" dan masih banyak alasan lainnya yang aku ucapkan untuk menghentikan niat ayahku yang mau pergi kerja. Yang ada dipikiranku saat itu adalah kalau ayahku sudah keluar rumah dengan pakaiannya yang rapi pasti pulang kerumahnya lama. Bisa dua hari pergi atau bahkan seminggu baru pulang. Aku memang sangat dekat dengan ayahku. Padahal aku ini anak perempuannya yang bisa dibilang paling nakal dari empat saudaraku yang lainnya. Aku ini yang paling susah diomongi, paling sering kena marah, paling sering membantah, paling sering melawan, paling sering menuntut, paling sering memaksa, dan yang terakhir paling lama nangis atau bisa dibilang yang paling kuat lama nangisnya ketika kemauanku kadang tidak dituruti. Ibu? Ya aku dekat juga dengan ibu, tapi tidak sedekat aku dengan ayahku. Kalau ibu itu pelit, minta ini gak boleh itu gak boleh, pun kalau boleh harus benar-benar jelas alasannya kenapa mau dibelikan barang itu. Ah ribeet! Tapi kalau ayah tanpa harus menjelaskan panjang lebar, beliau langsung membelikannya untukku. Selain itu juga ayah jarang sekali marah-marah, bahkan hampir tidak pernah. Kalau aku melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, beliau mempunyai cara tersendiri untuk memarahiku yaitu dengan cara berbicara padaku secara empat mata sebagai ayah dan anak. Cara ayah memarahiku sungguh membuat aku menyesal dan bahkan sampai aku menangis. Padahal beliau tidak memukul, tidak berkata kasar, tidak memaki, tapi beliau memberitahuku bahwa apa yang aku perbuat itu salah dengan caranya yang lembut dengan bahasanya yang mudah aku pahami ya layaknya bapak berbicara dengan anak usia 2 tahun. Itulah ayahku. Ah, aku masih sangat ingat apa yang telah aku perbuat saat itu terhadap ayahku ketika beliau mau berangkat kerja.
Sekarang sifat jelekku itu datang lagi diusiaku yang sudah bukan anak kecil lagi, sudah 21 tahun. Kalau sewaktu aku kecil aku merengek dan menangis kepada ayahku, sekarang aku merengek dan menangis kepada pacarku. Ya, aku merengek dan menangis ketika pacarku mau pergi dinas di luar kota salatiga. Tapi, sifat jelekku ini baru saja datang lagi. Ini kali pertama aku benar-benar merengek dan menangis ketika pacarku mau pergi dinas di luar kota. Padahal biasanya aku ditinggal kerja di luar kota sampai seminggu bahkan lebih ya biasa saja. Tidak ada acara merengek dan menangis bahkan tidak pernah ada kata "gak usah pergi sih mas atau jangan pergi sih mas" selama aku berpacaran dengannya dan ketika dia mau pergi dinas di luar kota. Malah justru aku mendukungnya, menyemangati, memberikan doa yang terbaik, perlengkapan nya aku siapkan seperti baju, mengingatkannya untuk mengecek lagi barang-barang apa yang mau dibawa untuk di list kembali, dan yang peling penting adalah aku selalu bilang "baik-baik disana, jaga kesehatan, mas pulang dari sana dalam keadaan sehat dan utuh itu udah lebih dari oleh-oleh". Tapi kali ini entah mengapa aku begitu cengengnya sampai tidak membolehkannya pergi kerja. Aku memeluknya dan aku menangis. Pacarku smapai heran, apa yang terjadi denganku? Ada apa denganku? Bukannya mendukung, menyemangati kok malah nangis. Aku juga tidak tahu kenapa. What's wrong with me? Hingga akhirnya penjelasan sedikit demi sedikit dari pacarku diutarakan kepadaku.
"may, kalau sikapmu seperti ini malah jadi beban buat aku. Aku itu kerja di luar kota bukan pergi tidak ada tujuan bukan pergi gak jelas arah. Aku diberi tugas untuk kerja di luar kota itu artinya aku diberi kepercayaan bahwa aku mampu mengerjakan dan menyelesaikan tugas itu. Banyak yang mau untuk kerja dinas di luar kota karena ya bisa sekalian refreshing keluar dari kantor selain itu juga bayaran pasti bertambah naik level, tapi ya itu sedikit kesempatannya. Nah kamu berarti harusnya bersyukur dan beruntung, kalau pacarmu ini diberi kepercayaan dan dianggap mampu untuk menjalankan tanggung jawabnya itu. Harusnya kamu mendukung. Bukan hanya mendukung tapi menuntut. Tuntut aku biar aku semakin giat kerjanya, semakin semangat kerjanya untuk cari rezeki cari uang. Kamu sebagai pacar harus menuntut lelakimu ini supaya lebih dan lebih  lagi. Kalau aku ndak kerja, mau beli beras pakai apa? Kalau aku gak kerja, gimana caranya aku bisa buat kamu bahagia? Katanya mau ganti sepedah yang lebih bagus yang mahal? Katanya mau ganti kamera yang lebih joss? Kamu minta apa saja aku kasih selagi aku mampu dan bisa untuk mewujudkannya dan aku akan berusaha untuk mewujudkan apa yang kamu mau. Mas cuma minta may buat dukung mas, kasih semangat ke mas. Tuntut mas untuk cari uang yang lebih banyak lagi, kalau mas sukses kan yang bahagia gak cuma mas sendiri tapi juga kamu. Jangan nangis lagi, tangismu itu jadi beban buat mas. Mas malah gak bisa fokus kerja kalau may sikapnya seperti ini. Ini semua mas lakuin karena ini memang kerjaan mas dan tanggung jawab mas yang harus mas kerjakan dan selesaikan dan juga karena kamu may. Mas sayang banget sama kamu, mas gak mau lihat kamu gak bahagia. Mas cuma mau ketika kamu minta sesuatu mas bisa mewujudkan itu dan mas selalu ada untuk kamu. Ini juga buat masa depan kita sayang. Doakan saja yang tebaik untuk mas, supaya pekerjaan mas lancar, mas bisa menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab mas, mas sehat, mas bisa pulang bawa rezeki yang melimpah" dan diakhir ungkapannya dia bilang dengan tertawa "apa sih yang gak buat maymunahku, semua tak kasih. Sebelum may minta mas kasih. Opo wae wes, tapi aku gak bakal ngasih beban pikiran dan beban hidupku ke may, bisa mumet nanti may".

Ya tuhan, betapa durhakanya aku sebagai anak terhadap ayahku sewaktu aku kecil dan betapa menjengkelkannya aku sebagai pacar saat ini yang merengek dan menangis menahan dua lelaki hebat ini pergi kerja yang tujuannya untuk membahagiakanku. Berarti rasa beban lah yang dirasakan oleh ayahku ketika aku merengek dan menangisinya kalau beliau mau pergi kerja, tapi beliau tidak memberitahuku. Mungkin dengan maksud agar aku tahu sendiri. Apa yang sudah aku lakukan tuhan? Aku menyesal sekali. Tapi ada baiknya juga sifat semasa aku kecil yang penuntut itu aku terapkan saat ini kepada pacarku. Tentu saja menuntut dalam hal positif dan masuk akal, realistis lah. Ya tuhan, terimakasih sudah menyadarkan aku lewat kejadian ini. Sekarang aku bener-bener sadar dan paham kalau yang dibutuhkan hanyalah semangat, doa, dan tuntutan. Jaga kekasihku tuhan, jaga juga ayahku. Mereka adalah orang-orang hebat yang sangat menyayangi aku. Mereka adalah orang-orang yang mau bertepuk tangan dipinggir lapangan. Mereka luar biasa baik dan tulus. Mas, terimakasih untuk pengertian yang mas beri untukku. Terimakasih sudah dengan sabar menjelaskan secara gamblang berbicara dengan lembut kepadaku tidak dengan marah-marah atau memukul, ya seperti ayah. May sayang mas dhanang.

Jumat, 19 Agustus 2016

Jatuh C.I.N.T.A (lagi)......

Aku tidak pernah tahu apa yang membuat aku bisa suka lalu jatuh cinta kepadanya. Aku tidak pernah tahu mengapa aku bisa menyayanginya. Sampai sekarang aku tidak pernah punya alasan mengapa aku bisa menjatuhkan pilihanku padanya. Jika saja ada yang bertanya mengapa aku bisa menjalin hubungan dengannya, lelaki yang jarak umurnya lumayan jauh denganku, lelaki yang sebelumnya tidak pernah aku kenal, lelaki yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan, lelaki yang sebelumnya hanya aku tahu lewat sosial media itupun aku tahu karena dia berteman dengan salah satu teman sosial mediaku juga, lelaki yang tidak pernah aku perbincangkan dengan teman-temanku dan tuhan? Aku akan menjawab, aku tidak punya alasan mengapa aku bisa jatuh cinta dan menjalin hubungan dengannya. Aneh, diluar dugaan, tidak disangka-sangka, dan berjalan dengan begitu lancarnya. Dari perkenalan yang singkat yang dimulai lewat obrolan waktu itu dan sampai saat ini obrolan itu masih berlanjut dengan status kita sudah berpacaran. Dia itu orangnya cuek, gak pedulian, dingin, dan ah ya ini aku terserah orang mau bilang apa. Itulah penilaianku terhadapnya saat aku belum tahu benar bagaimana sebenarnya sifat aslinya. Penasaran sih awalnya, saat aku lihat nama sosial medianya yang muncul dikronologiku karena namanya yang ditandai di salah satu foto teman yang berteman denganku di sosial media juga. Begitu aku klik aku lihat foto profilnya, anak kecil. Jujur, aku langsung berpikir oh sudah punya anak to, oh fotografer ternyata, oh terkenal ternyata. Ya sudah, begitu aku lihat foto profil sosial medianya itu aku tidak mencari tahu lebih dalam lagi tentangnya. Berlalu begitu saja dan pada saat itu aku sedang tidak berhubungan dengan siapa-siapa alias jomblo. Banyak sih yang nawarin diri untuk jadi pacarku hahaha tapi aku gak mau. Bukannya sombong, tapi entah mengapa saat itu aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Mungkin aku ingin mengobati luka hatiku dulu dengan menyendiri. Ya, aku pernah jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seseorang cukup lama. Tapi takdir berkata lain. Rasanya hancur, sakit, tapi tidak berdarah. Ah ya sudah lah ya..itu adalah pelajaran hidup yang amat sangat keras untukku. Move on.. Aku sudah ikhlas bahkan aku sudah sangat ikhlas, hingga hati dan hidupku saat ini kembali normal seperti sedia kala. Balik lagi deh ya, by the way aku tahu nama salah satu sosial media lelaki yang saat ini menjadi kekasihku itu sejak pertengahan tahun 2014. Hingga pada tahun 2015....sesuatu terjadi.
Waktu itu ditahun 2015 tempatku berkuliah mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu daerah di salatiga. Aku diajak pertamakali untuk bergabung dengan kegiatan ini oleh salah satu dosen di tempatku berkuliah dan dosen itu juga adalah temannya (lelaki yang saat ini menjadi kekasihku). Aku baru tahu kalau ternyata dia ini dosen juga di tempatku berkuliah. Aku baru tahu setelah aku ikut kegiatan pengabdian masyarakat waktu itu. Sebelum kegiatan ini berlangsung aku bersama tim  mengadakan simulasi kegiatan di kampus. Dari situ aku baru tahu kalau dia ini ternyata dosen. Setelah berbincang-bincang apa saja yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan ini, kami semua berangkat menuju tempat dimana kegiatan ini akan berlangsung. Meninjau tempatnya secara langsung. Aku sama sekali tidak tahu sejarah dibalik tempat yang akan kami layani. Saat itu aku sedang diam menikmati suasana dan sedikit berjalan-jalan mengelilingi tempat itu. Ketika aku sedang bengong dengan posisi berdiri di tempat itu ada lelaki yang menghampiriku lalu dengan tanpa basa-basi dia mengajakku ngobrol menceritakan sejarah berdirinya tempat yang akan kita layani saat itu. Berhubung aku ini orangnya friendly jadi ya nyambung aja gitu pas diajak dia ngobrol. Aku menanggapi obrolan kami pada saat itu dengan menganggukkan kepala dan bertanya-tanya lebih lagi tentang tempat itu. Ternyata dia memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mencetak sejarah bagi tempat itu. Ternyata yang lain lagi dia tidak seperti penilaianku sebelumnya, dia ternyata awesome. Singkat cerita, akhirnya kami melanjutkan obrolan kami hingga pindah tempat yang lebih iyup atau rindang. Karena kami pada saat itu ngobrol di tempat yang terbuka dan gak kerasa kalau matahari siang itu menyengat. Setelah kami mensurvei tempat kegiatan, kami langsung kembali ke kampus kami untuk mendata apa-apa saja yang diperlukan. Aku mendata bagianku yaitu barang-barang yang akan aku gunakan untuk penyuluhan karena aku kebagian tugas melakukan penyuluhan ke anak-anak sd mulai dari kelas 1-6. By the way aku melakukan penyuluhan itu sebagai seorang nutritionist ya bisa dibilang ahli gizi lah ya. Ciee.... Karena ini berhubungan dengan konsentrasi ilmu yang sedang aku ambil yaitu ilmu gizi. Sore itu, sebenarnya aku diajak untuk mensurvei kembali tempat yang akan kita layani. Tapi berhubung badanku sudah capek banget jadi ya aku gak ikut dan langsung balik ke kost.
Pas sampai dikost gak lama hp ku bunyi. Pas aku lihat ternyata ada undangan pertemanan di bbm dari dia. Aku sempat curiga sih, ada apa kok dia pakai acara invite pin bbm ku segala. Aku sih berpikirnya oh mungkin ada yang penting. Ya mungkin ini yang dinamakan modus hahaha. Setelah aku terima invitannya dia langsung bbm aku dengan kalimat "saya disuruh kris menanyakan barang-barang apa saja yang mau dibawa besok biar sekalian saya bawa pakai mobil sekarang makannya saya invite bbm mu". Hahahaha saya tertawa saat itu dikamar. Pikir deh, orang mas kris saja berteman denganku di bbm kan bisa mas kris bbm langsung ke aku. Ngapain pakai nyuruh si mas modus ini hahahahaha tapi itu tidak aku persoalkan. Ya sudah to aku balas saja bbm nya. Eh ternyata dari bbm'an itu kami semakin dekat satu sama lain dan semakin dekat lagi setelah kegiatan pengabdian masyarakat itu selesai dengan sangat baik. Hingga suatu hari dia mau pergi ke rs jenguk temennya, tapi dia gak ada yang nemenin. Ya sudah lah akhirnya aku menawarkan diri untuk menemaninya pergi ke rs waktu itu. Kami jalan dari jetis ke kampus buat cegat angkot menuju rs dkt. Nah disitulah semuanya terkuak. Itu momen yang gak pernah aku lupain, dimana dia genggam tanganku untuk pertama kalinya waktu mau nyebrang. Sumpah, rasanya deg-deg-deg-deg-deg hahahaaha keringet dingin. Malam sampai kost dia langsung bbm dan bilang ya mengungkapkan perasaannya cieeeee hahahaha. Bukan nembak atau bertanya kamu mau gak jadi pacarku. Bukaaan, bukan itu. Tapi dia lebih mengutarakan perasaannya kalau dia nyaman sama aku, dia yakin kalau pilihannya terhadapku adalah tepat, dia nyambung sama aku, dan bla..bla..bla.. Intinya adalah dia suka sama aku dan jatuh cinta padaku. Mau tahu balesanku apa? Aku bingung mau bales apa waktu itu. Jujur, aku nangis aku terharu. Aku nangis karena ternyata aku bisa jatuh cinta (lagi) dan yang bikin aku nangis adalah tuhan begitu baik karena mendekatkan aku pada lelaki yang sangat luar biasa tampan, tidak hanya tampan secara fisik, tapi juga tampan secara sikap, kelakuan, tutur kata dan kepribadian. Waktu itu aku cuma balas " iya mas, akupun merasakan hal yang sama. Mudah-mudahan hubungan ini berjalan langgeng ya". Ternyata tuhan memang memberkati hubungan kami dan sampai sekarang hubungan kami masih berlanjut sampai detik ini bahkan sampai nanti.
Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta (lagi). Sampai sekarang mulai yang panggilnya pak hingga berubah jadi sayang. Itulah yang namanya cinta gak ada yang tahu kapan datangnya. Kami semakin dekat, semakin akrab, semakin cerewet satu sama lain, semakin banyak hal-hal yang kami ceritakan mulai dari hal yang gak penting hingga hal yang penting dan sangat penting. Mulai dari cerita tentang diri sendiri, teman, sahabat hingga keluarga. Mulai yang dari awalnya malu-malu sekarang malah malu-malu'in. Cinta yang sesungguhnya akan datang tanpa perlu kita rencanakan. Terimakasih Dhanang Puspita kekasihku untuk semua cinta dan semua kasih sayang yang kamu berikan untukku. Aku sangat beruntung dan diberkati memiliki kekasih yang luar biasa tampan sepertimu. Tuhan selalu dan selalu memberkati hubungan ini hingga impian-impian kita terwujud yaitu berlabuh pada janji suci pernikahan yang kudus.
Masa lalumu adalah sepenuhnya milikmu, pun masa laluku adalah sepenuhnya milikku. Tapi masa depan adalah sepenuhnya milik kita.

Selasa, 14 Juni 2016

Kota Lama baginya..bagiku Kota Baru. Kerena...

Ada kalanya kita harus keluar dari kurungan tembok beratapkan genteng untuk melihat dunia luar yang katanya orang-orang menakutkan. Mencoba hal-hal baru apa salahnya, selagi tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Merasakan dinginnya udara malam, panasnya matahari, dan lengketnya keringat serta bau badan sendiri semua itu adalah perpaduan yang pas bagi seseorang yang menyukai jalan kaki. Ternyata kaki ini sudah lama tidak beranjak keluar dari zona nyaman dan beralih menginjak zona bahaya. Dimana letak bahaya-nya? bahaya ketika perut sudah lapar, kaki pegal-pegal tapi tempat makan masih jauh disana..mana ini bulan puasa lagi. Ya sudah, nikmati saja.. :)
Tanggal 12 Juni 2016 saya bersama teman saya  (read: teman hidup) pergi menuju kota yang sangat terkenal dengan Lunpia nya. Hiyaaak..benar sekali! Kota Semarang. Kami berangkat dari Kauman, Salatiga pukul 11.45 waktu Kauman dan sekitarnya dengan menaiki bus arah Mangkang. Tentu saja kami tidak langsung mendapatkan bus, tapi kami sudah menunggu bus jurusan Mangkang dari pukul 10.45 dan baru mendapatkan bus pukul 11.45. Satu jam berdiri rasanya..biasa saja... (padahal....). Akhirnya kami sampai di Kebun Binatang Mangkang, lebih tepatnya di Semarang bagian barat yang barat banget pokoknya. Kami sampai disana pukul 13.00 waktu mangkang dan sekitarnya. Kami langsung menuju tempat pembelian karcis (5000rb hari libur ataupun biasa) dan langsung masuk kesana untuk melakukan ritual wajib kami dan kami sangat menikmati kseruan siang itu. Bagaimana tidak bahagia saat kami dipertemukan dengan saudara kami yang sangat jauh dan sudah sangat tua ha..ha..ha..
samidi lagi dikurung...


Perjalanan tidak hanya berhenti sampai di kebun binatang, kami langsung bergeser ke tempat sebelah yang tidak kalah hits dan seru. Kami berangkat dengan menaiki bus jurusan johar. Kami pikir dari mangkang menuju johar hanya membutuhkan kocek sebesar 10rb lah ya..ternyata 20rb. sudah naik atau sengaja dimahalin? ah gak papa lah, bulan puasa buat amal. Ternyata jarak yang ditempuh cukup jauh kalau menurut saya, tapi mungkin karena teman hidup saya ini sudah biasa bolak-balik rute yang kami lewati jadi ya dekat-dekat saja. Di bus, pacar saya tanya "laper ya? nanti makan di Johar saja ya. mau makan apa yang?", "makan apa aja lah mas, yang penting nasi", jawab saya. "weh..weh..orang Indonesia kalau ndak makan nasi ndak makan ya.." katanya dan kami pun tertawa. "eh di Johar situ, ada lunpia enak banget loh yang. mau nyoba?" katanya menawarkan, "ah pokoknya nasi mas, makan nasi dulu, coba yang lainnya nanti aja" jawabku. Sesampainya di Johar tepat didepan tenda yang jual lunpia, pacar saya menawarkan lagi "nah itu lunpia nya, mau coba ndak?" lalu dengan cepat saya menjawab "ayook". Ealah may..may..tadi bilang kudu makan nasi sekarang ayook. Ini kali pertama saya makan lunpia dan saya menyesal karena rasanya GAK ENAK tapi UENAK BUANGET. Saya dengan lahapnya menyantap 1 porsi lumpia dan sudah tidak terpikir untuk memotretnya dan mengunggahnya ke IG selain karena penasaran dengan rasanya dan lapar akut. Untung pacar saya sempat memoto dan mengabadikan lunpia nya...hehehe aku minta fotonya ya mas..
Lunpia1 porsi 10rb saja....

Setelah melahap lunpia sampai tidak tersisa, kami pun melanjutkan perjalanan menuju tempat sebelah yaitu kota lama Semarang. Dari tempat kami makan menuju kota lama tidaklah jauh, hanya 5 menit dengan berjalan kaki sembari menikmati kota Semarang di sore hari. Ini kali petama saya ke kota lama Semarang setelah 3 tahun tinggal di Salatiga ha..ha..ha. Gak gaul banget sih may..may.. selama ini kemana saja? Hello..... ya sudah lah ya...yang penting sekarang kan saya sudah tau tempat ini dan yang lebih penting lagi saya mengunjungi tempat ini bersama teman hidup saya..cie..cie.. Di jalan saya bertanya sama pacar saya "kota lamanya sebelah mana mas?", "ya ini kota lama may" jawab pacar saya. "Duh bodohnya" ujarku dalam hati. sudah jelas itu ada plang coklat besar tulisan "KAWASAN KOTA LAMA" masih saja tanya ha..ha..ha. Pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang sangat baru itu rasanya  "biasa saja", karena sangking terkagumnya sama salah satu tempat wisata di Kota Semarang itu jadi "LUAR BIASA". Langit sore yang cerah bertabur cahaya matahari sore yang hendak menenggelamkan dirinya dibalik awan diganti dengan bintang-bintang dan cahaya rembulan..ah syahdu pokoknya. Kami pun menyusuri kota lama dan mengabadikannya dengan kamera kami masing-masing.
Salah satu bangunan tua kota lama "Kantor Pos"

Plang penunjuk arah
sok candid may..may..
Setelah puas mengabadikan bangunan-bangunan unik yang ada di kawasan tersebut, kami langsung melangkah lagi menuju sebuah tempat yang menjadi ikonnya kota Semarang. Hayo..siapa yang belum tahu? jangan bilang kalo pada belum tau tempat apa itu? Mosok belum tahu sih? Saya saja baru tahu 2 hari yang lalu loh ha..ha..ha. Sebuah bangunan Gereja besar bercat putih nan megah, gereja ini yang jadi ikon kota Semarang. Tepat disamping Gereja ada sebuah taman yang bersih dan sejuk.
Taman Sri Gunting

G P I B Immanuel
Setelah beberapa menit menikmati tempat tersebut dan menikmati kebersamaan kita sebagai sepasang pejalan kaki :D kami langsung melangkahkan kaki kami menuju toko tempat penjualan barang-barang antik jaman doloe. Tidak hanya patung-patung natik yang dijual, tapi alat pembayaran jaman doloe juga dijual. Kami mengunjungi satu per satu toko yang letaknya tidak jauh dari taman Sri Gunting, melihat-lihat koleksi toko-toko tersebut dan mengabadikannya.
ayo..dipilih..dipilih..cekrek!

yang baju merah jangan sampai lepas... :D
Hari semakin sore dan langitpun semakin gelap. Kami harus segera bersiap-siap untuk pulang ke Salatiga sebelum kepagian :D karena hari senin masuk sekolah. Sebelum pulang ke Salatiga, pacar saya mengajak saya ke suatu tempat yang saya pun belum pernah mengunjunginya. Ah..dusun sekali saya ini. Tempat-tempat hits seperti ini saja tidak tahu ha..ha..ha. Tidak apa-apa, lebih baik baru tahu sekarang dari pada tidak tahu sama sekali. Nama tempatnya adalah Polder Tawang. Tawang? hiyaak! Tawang namanya, karena letak poldernya di daerah Tawang atau lebih tepatnya di samping stasiun kereta Tawang. Kami akhirnya duduk-duduk disitu sembari menunggu adzan magrib untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Salatiga tentunya dengan menyegat bus terlebih dahulu :D



Terimakasih untuk waktu yang sudah diluangkan demi menemani dan mengajak saya yang ndusun ini jalan-jalan :D jangan kapok ya mas. Menjadi seorang traveller sejati itu tidak mudah, dan tidak se-enak yang dibayangkan. Harus cepat jalannya, harus tau waktu. Belum lagi kalau ketinggalan bus, sudah menunggu 5 jam melengos sedikit eh bablas deh bus nya, alhasil harus menunggu lagi 5 jam huhuhu. itu baru sebagian kecil saja, belum yang lain-lain. Intinya kalau kamu memang traveller sejati, ya harus tepat waktu dan bisa menikmati setiap perjalan yang ada. panas, dingin, gerah, keringatan, sumuk, debu..ya itu semua berkat yang patut kamu dapatkan sebagai seorang traveller. Dua lagi yang paling penting TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN dan TIDAK MERUSAK APAPUN YANG KAMU JUMPAI CUKUP MEMOTRET DAN MENGABADIKANNYA SAJA.
Semoga bermanfaat ya..

Sabtu, 14 Mei 2016

Merbabu Dikala Itu

Belum lama saya menginjakkan kaki di Gunung Merbabu sekitar 6 bulan yang lalu tahun 2015, sekarang saya kembali lagi karena kerinduan saya akan tempat ini. Tanggal 30 April 2016 saya bersama 3 teman lainnya berangkat menuju Cuntel, yaitu salah satu jalur pendakian merbabu di Salatiga. Saya dan teman-teman berangkat dari kost menuju Cuntel sekitar pukul 13.00 waktu kost dan sekitarnya. Puji Tuhan cuaca sangat cerah, jadi kami tidak perlu takut untuk basah-basahan. Kost kami yang berada di daerah Kauman Salatiga cukup dekat jika menggunakan sepeda motor ke Cuntel, biar bisa salip wuus..wuuss.
Kami sampai di Cuntel sekitar pukul 14.30 waktu cuntel dan sekitarnya. Sesampainya di Base Camp Cuntel, kami langsung mengurus registrasi masuk. Saat kami datang, yang ada di Base Camp hanya kami berempat dan bapak penjaga Base Camp. Sepi dan hening.  Kenyataannya memang iya, hanya kami berempat yang pada saat itu naik. Kata bapak Base Camp ada yang diatas 2 orang, tapi hari ini turun. Ya sudah, mau bagaimana lagi? Beras sudah menjadi bubur :D akhirnya sekitar pukul 15.00 kami berangkat dari Base Camp dengan penuh semangat. Oh iya, saya lupa mengenalkan teman-teman saya. Teman saya yang pertama namanya Anatalia (tia) dia satu kost dengan saya, kedua namanya Amelda (amel) kakak tingkat saya dikampus, lalu yang terakhir paling cantik sendiri namanya Adrian (ian), dia satu-satunya laki-laki cantik diantara kami bertiga :D

By the way, diantara kami berempat yang tasnya paling besar dan bawaannya paling banyak adalah saya dan tia. Tas saya dengan kapasitas 60L dan tas tia dengan kapasitas 40L. Tas yang saya bawa adalah tas yang paling berat diantara tas-tas yang lain, kenapa? Soalnya saya bawa perlengkapan lengkap mulai dari seperangkat alat masak, seperangkat tenda, seperangkat sleeping bag, HT, seperangkat alat penerangan dan sperangkat bekal serta camilan. Air? Oh ya jelas bawa, 2 botol ukuran 1,5L (air yang paling pokok) J . belum sampai di pos bayangan 1, si tia sudah tidak kuat alias tepar :D nangis? Haha gak terima nangis tapi  juga muntah-muntah. Aku anggap itu wajar karena ini pendakian dia yang pertama. Tubuh belajar menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar gunung. Akhirnya tas yang tia bawa saat itu, dipindah punggungkan ke punggung kak amel Ha..Ha..Ha.. semangat kak amel J
tia (berdiri), amel (duduk bawah), ian (duduk atas), dan saya
setelah kami beristirahat sejenak di pos bayangan 1 dan setelah tia melakukan ritual muntah-muntahnya, akhirnya kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan sebelum gelap dan kabut menemani perjalanan kami. kami menargetkan sampai di pos 4 (pemancar) pukul 19.00 atau 19.30 waktu merbabu dan sekitarnya. tapi nasib berkata lain, karena kami banyak break nya jadi kami sampai di pemancar pukul 20.00 waktu pemancar dan sekitarnya. sebelum kami sampai di pemancar dan menegakkan tenda, kami sempatkan untuk berhenti agak lama saat kami sudah berada di pos 1, lalu pos 2 bayangan, kemudian pos 2, dan pos 3 untuk mengisi kembali aenergi yang sudah kami bakar menjadi keringat.
POS 2 bayangan

POS 2.. eh ada yg mendirikan tenda karena capek banget

POS 3 pukul 18.30 waktu merbabu dan sekitarnya
setelah kami beristirahat lumayan lama di pos 3, sambil makan crackers dan minum air mineral cukup banyak sembari geletakan dirumput luas pos 3 akhirnya kami siap jalan lagi menuju pos 4 (pemancar). jujur kami mulai lelah sangat saat itu dan tidak mau beranjak dari pos 3, terutama saya yang membawa tas paling berat dan saat mau berdiri pun sempoyongan :D tapi apa mau dikata, tepung beras sudah menjadi bubur sum-sum. kami harus terus melangkah agar sampai di pos 4 tidak larut malam. seperti yang sudah ditargetkan diawal, kami harus sampai di pos 4 sekitar pukul 19.30. mungkin sekitar 100 meter lagi kami sampai di pemancar, tapi saya sudah benar-benar tidak tahan dengan dengkul yang semakin lemas dan udara yang semakin menusuk tulang. saya lebih memilih mendaki pagi atau siang, karena kalau malam nafas saya tidak beraturan alias bengek karena harus menghirup udara yang sangat teramat dingin. akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak, entah itu di pos berapa tapi yang jelas jarak antara tempat kami duduk dengan pos pemancar sudah tidak terlalu jauh. Handphone saya bunyi menandakan pesan baru masuk, dalam hati saya berpikir wah ada signal.. begitu saya buka, ternyata itu pesan dari pacar saya yang isinya "jam 08.00 HT ON ya yang, udah sampai mana?" "waduh! saya belum sampai di pemancar lagi, bisa sampai dipemancar pukul berapa ini!" gerutu saya dalam hati. Begitu kami duduk dan membalikkan badan kami tidak bisa berkata apa-apa. Malam itu begitu sangat indah dan megah, ah betapa syahdunya. Dari tempat kami duduk, kami dapat melihat lukisan Tuhan yang maha besar dan maha indah, bintang-bintang berkelip-kelip dengan cantiknya, lampu-lampu rumah warga yang ada dibawah seolah-olah seperti kunang-kunang yang sedang membentuk deretan baris dan berdiam disatu tempat. Cahaya rembulan, bintang, dan pemandangan alam itulah yang membuat kami terpana dan mampu membangkitkan semangat kami lagi terutama saya yang sudah menghabiskan madu 2 bungkus. Kami harus melanjutkan perjalanan, waktu menunjukkan pukul 19.05 dan udara semakin dingin. senter yang kami bawapun sudah kami pegang masing-masing untuk menerangi perjalanan kami. tapi disaat kami sedang berjalan, senter kepala yang saya gunakan mati. Duh, bodohnya saya yang lupa mengganti baterainya. saya sudah malas menurunkan tas yang ada dipunggung saya untuk mengambil senter saya yang satunya, akhirnya tia meminjamkan senter nya kepada saya. Puji Tuhan, teman-teman saya yang lain tidak hanya membawa senter tapi juga senter powerbank :D kecil sekali. tapi apa boleh buat, itu cukup membantu menerangi jalan yang kami lalui.
sambil berjalan pelan-pelan, saya mulai menangis. hah? sampe nangis? ha...ha...ha iya saya nangis. "mana sih pos 4 nya, kok lama banget gak nyampe-nyampe", gerutu saya pada anak-anak. "bentar lagi may.." sahut tia. "lama banget ya, ini bener kan jalannya gak salah kan kak ian?" tanya saya dengan menangis sama kak ian yang pada saat itu memimpin perjalanan kami. "masih jauh! kalo aku bilang bentar lagi udah deket nanti kamunya malah gak semangat jalan. ayo buruan udah malam, jangan sampe kemalaman. udah laper, dingin." jawab kak ian sedikit tegas biar saya semakin semangat untuk jalan sedikit lebih cepat. Akhirnya kami tiba di pos 4 pemancar, pukul 20.00 waktu pemancar dan sekitarnya. saya tidak langsung mengambil HT tapi saya langsung membuka tas untuk mengeluarkan seperangkat tenda untuk segera didirikan. Udara semakin dingin, bahkan saya dan teman-teman saya sudah menggunakan sarung tangan dan kupluk tapi tetap saja dinginnya menusuk. kami harus cepat mendirikan tenda, karena sepertinya cuaca sedang tidak bersaudara saat itu alias mau hujan. sekitar 15 menit kami sudah selesai mendirikan tenda. oh iya, tips buat kalian yang mau mendirikan tenda jangan lupa untuk mengalasi bawah tenda kalian dengan mantel atau jas hujan yang bentuknya kelelawar atau yang lebar, supaya air dari tanah tidak merembes ke tenda dan supaya alas tenda untuk tidur kalian hangat. jadi susunannya adalah mantel, tenda yang sudah didirikan letakkan diatas mantel, baru alas tenda dalam dialasi sama matras.
saya langsung mengeluarkan perlengkapan memasak dan membuat minuman panas untuk kami berempat. saya melihat teman-teman saya sudah tidak tahan dengan dinginnya udara malam saat itu ditambah suasana sepi dan horor, karena hanya tenda kami berempat saja yang ada di pemancar saat itu. saya melihat tia sudah berada di sleeping bag berusaha menghangatkan badannya, dia terserang hipotermia. sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi, yang dia tunjukkan hanya menggigil. saat tenda kak amel dan kak ian sudah ditutup duluan pintunya, saya pun langsung mengemasi alat masak untuk dimasukkan kedalam tenda yang pada saat itu api trangia tidak saya matikan dengan maksud bisa membuat hangat tenda saya dan tia. saat saya mau memasukkan alat masak, tiba-tiba tia teriak kaget "Astaghfirullah...!" perasaan saya sudah tidak tenang memang saat itu, saya segera menutup pintu tenda rapat-rapat dan tetap mencoba untuk tenang. By the way, tia memang bisa melihat hal-hal yang berhubungan dengan makhluk tak kasat mata atau klenik kalau kata orang jawa. lapar bercampur takut, itulah yang kami rasakan. akhirnya kami memutuskan untuk masak mie instant malam itu sembari menghangatkan diri dan baru mencoba tidur.
ditengah rasa lapar dan takut, kami mencoba tertawa

malam itu saya dan tia sedikit lebih tenang, tatkala mendengar ada pendaki lain yang datang mendirikan tenda disebelah tenda kami sekitar pukul 23.30. tapi tetap saja saya tidak bisa tidur pulas, mata memang tertutup tapi saya tidak tidur. angin semakin kencang, tapi Puji Tuhan tenda yang kami gunakan hangat karena ada uap dan trangia yang apinya masih menyala. malam itu horor sekali. saya tidak bisa tidur karena saya mendengar bunyi gamelan dan wangi bunga melati. ternyata tia juga mencium wangi bunga itu. saya terus dan terus mengulang doa Salam Maria dan Bapa Kami, untuk mengusir rasa takut saya dan karena saya juga percaya kalau Tuhan Yesus melindungi kami yang ada di pemancar saat itu. entah kebetulan atau memang sudah ada yang mengatur, tenda pacar saya yang bawa saat itu ada tulisan dibagian pintu tenda yaitu tulisan dari sebagian bacaan Alkitab. kalo tidak salah dari Mazmur, inti dari bacaan itu adalah kamu gak perlu takut karena Allah senantiasa menjaga kamu. akhirnya tenanglah hati ini dan saya bisa tidur walaupun  jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. saya tidur dengan pulasnya dan tidak merasa dingin sama sekali.
Keesokan harinya tepat tanggal 1 Mei 2016 pukul 05.00 waktu pemancar dan sekitarnya, saya dan ketiga teman lainnya terbangun karena udara terasa dingin sekali dan kami tidak mau melewati sunrise yang indah pagi itu. Udara lembab, sangat dingin menusuk hidung dan tulang kami tidak membuat kami berdiam diri didalam tenda dan tidak bisa menghentikan niat kami untuk mengabadikan moment indah tersbut. kamipun segera menyiapkan alat perang kami yaitu kamera DSLR DAN GO PRO HERO3+.


sunrise dari PEMANCAR 1 Mei 2016
Kami pun langsung melanjutkan perjalanan kami menuju puncak, supaya tidak terlalu siang dan sebelum kabut menyelimuti puncak merbabu. kami berangkat dari tenda kami sekitar pukul 06.30. Kami mempersiapkan peralatan mendaki kami beberapa, terlebih barang-barang yang kami anggap penting. Kami membawa beberapa makanan dan satu tas untuk wadah makanan tersebut. 


kami berjalan menuju puncak dengan semangat 2016 :D berjalan dan terus berjalan. by the way, ketika kami sudah sampai dijalan berbatu batu dan penuh kapur, saya mulai lelah dan tidak mau jalan lagi. "kalian aja yang naik, aku tunggu sini. udah gak kuat aku...sumpah!" kataku sembari tergeletak lemah tak berdaya dan menangis lagi hahahaha. "percuma kamu balik ke tenda apa nunggu disini, itu jaraknya sama aja. kalo kamu balik ke tenda, sama aja kamu naik kepuncak. kalo aku jadi kamu aku jalan aja gak usah ngoyo yang penting sampe puncak" kata kak ian dan tia. akhirnya saya ndapatkan power untuk terus berjalan dan berjalan, trekking pole nya akhirnya dibawa sama kak ian, karena kata kak ian saya terlalu capek pake trekking pole, itu yang buat lemes trekking pole nya. dari yang pertamanya kak amel didepan, akhirnya yang pertama jalan saya dan kaka ian.

jembatan setan menuju puncak
akhirnya setelah kami berjalan lumayan lama dan sangat lelah, kami sampai dipuncak dengan selamat dan bahagia. By the way, kita harus melewati jembatan setan itu dengan hati-hati dan harus pegangan. karena kanan kiri jurang, hati-hati sekali.



Rabu, 27 April 2016

Ayo piknik biar gak Panik!

waktu sampe puncak 2050 mdpl
Semenjak 3 tahun tinggal di Salatiga, aku gak cuma berdiam diri ataupun hanya melakukan aktivitas monoton seperti kuliah, pulang, makan, rapat, kuliah, pulang, makan, rapat gitu terus. Bosen pake banget pasti kalo selama di rantau gak mau cari kesibukan baru atau hal-hal baru. Itu bukan aku banget. Aku itu orangnya gak bisa diem, selalu pengennya pergi kemana gitu, cari suasana baru, cari pengalaman baru. Akhirnya ada salah satu teman Facebook yang ngajak aku pertamakalinya ke Gunung. Huuuiiiihhhhh......! so excited sekali bung! Aku belum pernah naik gunung dan untuk pertamakalinya dikenalin sama gunung Ungaran, kabupaten Semarang. Untuk pertamakalinya juga selama di Jawa, aku kenalan sama gunung. Dia adalah mbah sengkrek dari Semarang. Dia masuk komunitas SOAG solidaritas anak gunung)Semarang. Kenapa aku panggil mbah? apa memang sudah mbah-mbah? Aku panggil mbah karena rambutnya dia yang gondrong itu sudah putih semua dan memang penampilannya seperti rockstar gitu. Awal ketemu dan langsung naik ke Ungaran. Buseeet..! berani banget ya aku, belum kenal secara langsung tapi udah pergi bareng sampe ungaran. Aku percaya dia orang baik, karena saat beliau mengajak aku untuk naik gunung ungaran saat itu aku gak ada rasa ragu ataupun berpikiran yang aneh-aneh tentang beliau.Perasaanku gak pernah salah. Kecuali kalo diawal aku sudah punya perasaan gak enak dan was-was pasti itu pertanda kalo ada yang gak beres. tapi semua berjalan baik. Pada kenyataannya beliau memang baik. Ini fotonya:
ketika berada di puncak disempatkan untuk wefie sama mbah sengkrek

Agustus 2014 pertigaan menuju puncak

Singkat cerita, jiwa berpetualangku semakin menjadi-jadi. Jadi ketagihan abis buat jalan-jalan di alam bebas seperti itu lagi dan lagi. Akhirnya aku gak berhenti disitu aja, dan aku memutuskan untuk menyalurkan hobby baruku ini yaitu naik ke gunung Merbabu, via Cuntel sama teman-teman dari FTI (DKV) UKSW. Walaupun gak sampe puncak, cuma sampai pemancar itu sudah "WOW" banget buatku. Merbabu punya ketinggian 3.142 mdpl. Pemancar itu pencapaian tertinggi yang ke 2 setelah ungaran :D yah walaupun ktinggiannya gak mencapai 3.142 mdpl, setidaknya lebih dari 2050 mdpl. Ini buktinya:
(kiri-kanan) Bona, Kris, Eunice, one piece, Ari, dan Gue sendiri.
November 2014 pemancar
Gak berhenti sampai disini saja kaki ini berjalan menikmati keindahan kota Salatiga dari ketinggian. Sudah seperti kecanduan rasanya, pengen lagi dan lagi. Akhirnya tahun 2015 aku sama teman-teman yang sama dari FTI pergi ke Wonosobo, Gunung Prau. Yeah.. prau..i am coming.Ini perjalanan paling jauh selama mendaki gunung. Motoran rame-rame. Disitu aku baru sadar kalau dinginnya Prau melebihi merbabu. Prau punya ketinggian 2565 mdpl. Lebih tinggi dari Ungaran. Tapi...dinginnya melebihi merbabu, tangan kram, kaki gak kerasa apa-apa. Di Prau, para pendaki dilarang membuat api unggun itu sudah peraturan mutlak. Jadi, buat kalian yang mau ke Prau disarankan bawa kompor banyak-banyak buat menghangatkan diri, kalau gak mau Hipotermia. Tanahnya kering, berdebu, dan sesak di hidung. Siap-siap masker atau buff saja, oh iya kacamata jangan lupa. Ini buktinya:

kotor banget baju dan celananya...

Dari tadi aku cerita tentang gunung-gunung terus ya? Gak ada sentuhan air laut gitu? tenang saja. Namanya jiwa petualang, gak sampai situ aja. Kaki ini gatal bukan main untuk bisa jalan-jalan terus dan terus. Cari pengalaman baru yang lebih seru. By the way, tahun 2014 tepatnya bulan April, aku sudah eksplore deretan pantai yang ada di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta. Waktu itu aku jalan sama anak-anak asrama. Kak epol, kak winfrid, kak ardy sabuna, kak saragih (kalo gak salah)+ pacarnya, kak buce. Kita berangkat pukul 02.00 dini hari menggunakan mobil avanza rentalan. Alhasil kita sampai dibeberapa pantai di kawasan Gunung Kidul Yogyakarta, ini buktinya:

Pantai sepanjang

Pantai drini

Pantai Baron
Pantai wediombo Agustus 2015

Pantai Siung

Hingga pada akhirnya dibulan November tepatnya tanggal 28 tahun 2015, aku dekat dengan seseorang yang sekarang menjadi kekasihku. Hobby kami sama, yaitu sama-sama suka satu sama lain Ha..Ha..Ha. Tapi untuk yang satu ini beda. Hobbyku ya sekedar hobby saja, tapi kalau hobby kekasihku adalah hobby yang dibayar. Hobby yang menjadi pekerjaannya. Alhasil, semakin banyak deh pengalaman-pengalaman baru yang aku dapat bersamanya, semakin seru, semakin menantang, semakin gila, semakin sering melakukan hal-hal yang gak pernah terpikir oleh kebanyakan orang, semakin mencintai hal yang anti-mainstream, dan semakin pintar tentunya, nambah wawasan. Aku mulai kenal dan jatuh cinta sama yang namanya trabas hutan, gak takut gatel, diving, renang. Salah satunya yang masih baru banget buatku ya diving itu tadi, gak pernah kebayang bisa pake fin, tabung selam, masker diving dan mengenal manusia-manusia aneh lainnya semua karena pacarku si manusia anti-mainstream.Terimakasih sayang :*






          

Pernikahan Beda Gereja

                  Menikah bukanlah impian bagi semua orang. Tapi bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita adalah ...